Home / Sport / Pemkab Rote Ndao Harus Menata Kawasan Perkotaan

Pemkab Rote Ndao Harus Menata Kawasan Perkotaan

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

Moral-politik.com. Suasana sempit, akses jalan yang tak lebar serta pemukiman warga di pesisir pantai Kota Ba’a yang menutup akses ke laut, dan membelakangi pesisir laut mewarnai kota Ba’a.
Untuk itu Pemkab Rote Ndao diharapkan  memberikan perhatian serius untuk menata kawasan perkotaan di Ba’a, ibukota Kabupaten Rote Ndao.

Hal ini disampaikan pemerhati sosial, Ahmad Haji Umar Kia yang ditemui Moral-politik.com di kedimannya di Metina Ba’a, Selasa (13/8).

“Dalam Pelayanan kepada publik, kami yang ada di Kecamatan Lobalain khususnya di kota Ba’a mengharapkan agar kota ini di tata dengan baik. Ini merupakan jantung kabupaten Rote Ndao sehingga perlu ada pehatian serius dari pemerintah dan Dewan. Orang yang datang di Rote pasti melalui kota Ba’a, kalau tidak dilakukan penataan, mereka akan ragu berinvestasi,” ujarnya.

Haji Umar menambahkan, guna meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Rote Ndao serta merangsang investasi, Pemkab Rote Ndao melalui investasi terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah supaya melakukan survey yang mendalam.

“Pemerintah melalui instansi terkait perlu lakukan survey untuk lakukan penataan. Perlu ada perhatian yang serius mengenai konsep perkotaan menghadap kelaut. Sehingga kota Ba’a saat dilihat dari kapal tidak seronok seperti ini,” katanya.

Penataan tersebut tambahnya, dimaksudkan agar ruang terbuka bagi publik tetap ada serta tidak menimbulkan keresahan dikemudan hari.

“Kalau tidak diantisipasi sejak dini akan menyulitkan pemerintah di kemudian hari terutama yang berkaitan dengan ketersediaan ruang terbuka publik,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao yang ditemui secara terpisah, Yakob Malelak mengatakan dengan penyediaan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Rote Ndao diharapkan ada pembagian ruang yang jelas dan terarah sehingga pelaksanaan pembangunan disesuaikan dengan peraturan tata ruang.

Baca Juga :  Kota Kupang: Perda RTRW Tertahan di Kementrian

“Perlu diatur secara jelas khususnya hal-hal yang berkaitan dengan pembagian ruang seperti daerah produksi, perkantoran dan industri. Khusus untuk kota Ba’a, perlu diperjelas, batas kotanya sampai dimana. Kota ini perlu ditata dengan baik agar dia menjadi lebih baik,” katanya.(lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button