Home / Sport / Pemprov NTT Segera Perbaiki Embung Oesuti

Pemprov NTT Segera Perbaiki Embung Oesuti

Bagikan Halaman ini

Share Button

12

 

Moral-politik.com. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Balai Sungai Nusa Tenggara II Wilayah NTT segera memperbaiki embung di Oesuti, Desa Matasiok, Kecamatan Rote Timur yang dibangun tahun anggaran 2011 lalu.

Hal ini disampaikan  saat dihubungi wartawan pertelepon, Sabtu (10/8).

Charisal mengatakan, perbaikan tersebut meliputi sejumlah bagian yang alami kerusakan akibat diterjang banjir. Untuk fungsionalisasi embung tersebut, kedepannya Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dihimbaunya supaya memfasilitasi masyarakat di sekitar lokasi tersebut untuk membentuk kelembagaan pengelolaan embung.

“Keberadaan embung itu bukan untuk mengairi sawah tetapi untuk pemenuhan kebutuhan ternak serta menyiram sayur,” ujarnya seraya menambahkan, “Kita mengharapkan adanya perhatian

Pemkab untuk fasilitasi pembentukan kelembagaan pengeolaan embung itu. Karena kehadiran embung tersebut untuk memenuhan kebutuhan masyarakat”.

Sesuai fungsinya, lanjut dia, keberadaan embung tersebut untuk memenuhi kebutuhan air ternak serta penyediaan pakan ternak.

“Embung itu tidak mungkin untuk mengairi sawah karena debitnya sangat kecil,” katanya.

Untuk diketahui, Aldfred Dari salah seorang warga yang berhasil dikonfirmasi Moral-politik.com di sekitar lokasi itu belum lama ini menyebutkan, pembangunan embung di lokasi itu terkesan dilakukan asal-asalan dan terkesan dilakukan tanpa melalui proses perencanaan yang matang.

“Kalau menurut kami, pekerjaan ini terkesan dilakukan hanya untuk menghabiskan anggaran sebab sama sekali tidak membawa manfaat untuk kami di sini,” ungkap Alfred.

Lebih lanjut Alfred mengungkapkan, semestinya dilokasi embung tersebut tak layak untuk dibangun embung dan semestinya dibangun bendungan. Sebab embung tersebut dibangun di atas daerah aliran sungai.

“Semestinya di sini di bangun bendung bukan embung sebab ini Daerah Aliran Sungai,” ungkapnya.

Disamping itu, kata Alfred, irigasi yang dibangun untuk mengalirkan air dari lokasi tersebut cukup tinggi dari permukaan embung sehingga air yang ditampung tak dapat didistribusikan ke areal persawahan.

Baca Juga :  Motor warga Kelapa Lima raib saat tidur

“Saluran irigasinya terlalu tinggi sementara bangunan embungnya cukup rendah. Pada hal untuk mengalirkan air ke sawah menggunakan sistem gravitasi,” ujarnya.

Senada dengan dia, Adrianus Musu warga yang lain mengatakan usai selesai dibangun hingga saat ini tak berfungsi.

“Sejak dibangun sampai saat ini tidak pernah berfungsi. Kalau mau sedot pakai mesin untuk dialirkan ke sawah juga tidak bisa karena letak daerah persawahan cukup jauh,” katanya. ( lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button