Home / Sport / Pengerjaan Jalan Ba’a-Manumolo-Laki Diduga Tak Sesuai Spek

Pengerjaan Jalan Ba’a-Manumolo-Laki Diduga Tak Sesuai Spek

Bagikan Halaman ini

Share Button

4
foto: ilustrasi

Moral-politik.com. Pelaksanaan pekerjaan pengerasan pada ruas jalan Ba’a-Manumolo-Laki yang dilaksanakan CV.Tropicana Jaya  dengan menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2013 senilai Rp873 Juta diduga tak sesuai spesifikasi teknis (spek) yang direncanakan.

Hal ini diungkapkan warga Ba’adale yang bermukim di sekitar kawasan itu, Adrianus Tulle kepada wartawan di lokasi tersebut, Sabtu (17/8) sore.

Kecurigaan pihaknya itu sebut dia, pada papan pengumuman proyek yang dipancang pada lokasi itu tidak mencantumkan volume pekerjaan.

“Informasi yang kami dapatkan bahwa pekerjaan ini meliputi perkerasan dan pembuatan deker serta saluran air tetapi faktanya ada deker dikerjakan tetapi ada juga yang tidak begitu juga dengan saluran serta tembok penahan di tepi jalan karena ruas jalan ini melintas di sekitar areal perbatasan,” terangnya.

Dikatakannya, sesuai pengamatan pihaknya, sejumlah deker yang dibangun di lokasi tersebut oleh kontraktor pelaksana menggunakan material yang tidak sesuai.

“Pada deker dan tembok penahan di titik-titik tertentu ada yang menggunakan batu sirtu bukan batu karang sehingga kami kwatirkan bangunannya cepat rusak,” katanya.

Pihaknya juga mengeluhkan ulah pihak kontraktor pelaksana yang tidak membuat dinding penahan jalan sehingga material sirtu yang ada dibadan jalan tumpah ke areal persawahan milik warga.

“Sesuai kesepakatan awal bahwa kontraktor akan buat tembok penahan tetapi faktanya tidak seperti itu sehingga banyak tanah putih yang masuk ke dalam sawah sehingga kami tidak lagi kelola sawah karena di penuhi sirtu,”terangnya.

Selain itu dia mengungkapkan soal pelaksanaan pekerjaan tersebut, menurutnya sesuai pengumuman yang termuat di papan pengumuman proyek pekerjaan selesai, Selasa (20/8) besok, namun disayangkannya sejumlah item pekerjaan belum rampung dilaksanakan.

“Sampai saat ini pekerjaan belum selesai. Di awal pekerjaan, kontraktor hanya datang siram sirtu dan buat beberapa deker setelah itu tidak dilaksanakan pekerjaan lain seperti tembok penahan. Kami sangat dirugikan akibat pekerjaan ini,” terangnya.

Baca Juga :  Mengapa Menteri Tedjo Belum Menyatakan ISIS Terlarang?

Dijelaskannya, awalnya mereka berterima kasih dengan pekerjaan itu, namun hingga saat ini belum dapat dimanfaatkan.

“Kami berterima kasih dengan pelaksanaan pekerjaan ini tetapi yang kami sesalkan, hingga saat ini belum rampung dan tidak bisa dilalui kendaraan bermotor,” katanya.

Menghindari terjadi kerugian bagi negara, Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rote Ndao dimintanya agar menindak tegas kontraktor pelaksananya.

“Kami minta supaya ditindak tegas karena pekerjaan ini sangat merugikan kami,” katanya.
Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rote Ndao, Dominggus Modok, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi wartawan. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button