Home / Pena_VJB / Penggusuran PKL Tak Sesuai Kampanye Gubernur NTT: Ekonomi Kerakyatan

Penggusuran PKL Tak Sesuai Kampanye Gubernur NTT: Ekonomi Kerakyatan

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

Moral-politik.com. Niat pemerintah  Provinsi (Pemprov) NTT untuk menggusur para Pedagang Kaki Lima (PKL) ditantang oleh para aktivis, salah satunya .
Menurut Asafa, jika pemerintah Provinsi NTT dan manajemen RSU Prof.W.Z.Johanes Kupang ingin menata Rumah Sakit bukan dengan cara menggusur  para PKL.

“Jika ingin menata bagian Depan Rumah Sakit bukan dengan cara menggusur, karena gusur itu bukan solusi!” kata Yosep Asafa, Kamis (15/8).

Ia menuturkan, pemerintah harus lebih bijak dalam mengambil keputusan, karena para PKL ini hanya dapat melanjutkan kehidupan mereka dengan cara berjualan. Untuk itu saran Asafa, dari pada menggusur lebih baik Pemprov NTT memperbaiki lapak sehingga  kelihatan indah.

Kehadiran PKL di halaman depan RSU Prof. W.Z. Johanes Kupang, menurut Asafa, sangat membantu para pasien dan pengunjung. Jika mereka digusur maka kebutuhan para pengunjung tidak dapat tercukupi.

“Mereka bukan hanya mencari untung tapi kehadiran mereka sangat membantu pengunjung RSU!” tegasnya.

Ia menduga, Pemprov NTT lebih mengutamakan kepentingan pengusaha besar. Jika dugaan itu benar, kata dia, maka program ekonomi kerakyatan yang dicanagkan oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya hanya pemanis lidah, karena lebih mementingkan Kapitalisme.

“Jika dugaan kami benar, maka program kerakyatan ala Frans Lebu Raya tidak berjalan dengan baik!” akhirnya. (Ikzan)

Baca Juga :  JK Layak Jadi Duta Pembangunan Kawasan Perbatasan di NTT

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button