Home / Pena_VJB / PIAR NTT: Polisi Lebih Serius Tangani Kasus Kebakaran Kantor Gubernur NTT!

PIAR NTT: Polisi Lebih Serius Tangani Kasus Kebakaran Kantor Gubernur NTT!

Bagikan Halaman ini

Share Button

Paul SinlaeloE

Moral-politik.com. PIAR Nusa Tenggara Timur (NTT) meminta agar pihak penegak hukum yakni kepolisian untuk serius menangani kasus terbakarnya Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada, Jumat (9/8) lalu. Permintaan itu dilontarkan karena terjadi setelah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai melakukan penyilidikan terkait kasus dugaan korupsi yang terjadi di  instansi pemerintah tersebut.  Hal ini sangat tidak masuk akal sehat.

Demikian dikatakan aktivis PIAR NTT, Paul SinlaeloE kepada Moral-politik.com, Rabu  (14/8).

“Sudah dua kali dalam masa kepemimpinan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya kantor Gubernur NTT mengalami kebakaran, yaitu Kantor Gubernur Lama, dan kini Kantor Gubernur Baru,“ rincinya.

Paul SinlaeloE mengatakan, musibah kebakaran yang jelas pasti terjadi, namun apa penyebab terjadinya kebakaran pada Kantor Gubenur NTT sehingga menghanguskan beberapa ruangan pada Kantor Gubernur NTT. Penyebab kebakaran itulah harus dicari tahu secara teliti oleh pihak kepolisian.

“Kebakaran merupakan musibah, namun kebakaran itu terjadi karena apa? Penyebabnya apa? Ini harus dicari tahu. Makanya polisi harus kerja secara serius dan profesional untuk menangani kasus kebakaran Kantor Gubernur NTT itu,“ kata Paul.

Dia meminta kepada pihak penegak hukum dalam hal ini polisi agar selalu tenang dalam mengungkap penyebab kebakaran Kantor Gubernur NTT. Sebab diyakininya bahwa akan membuahkan hasil yang baik.

“Dari hasil itu seluruh masyarakat NTT tahu apa penyebab terbakarnya Kantor Gubernur NTT, dan masyarakat pun semakin menghargai institusi kepolisian yang telah bekerja secara profesional,“ ujar Paul.

Selain itu, dirinya juga mempertanyakan sistem penjagaan yang ada di Kantor Gubernur NTT oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang saat itu bertugas di Kantor Gubernur NTT. Seharusnya, kata dia, mereka selalu siaga dalam keadaan apapun.

Baca Juga :  Rahmawati: Alasan Menaikkan Harga BBM Terlalu Klasik

“Kantor Gubernur NTT merupakan simbol  Provinsi NTT dan masyarakatnya sehingga asset-aset yang ada di dalamnya harus dijaga atau dilindungi secara maksimal,” paparnya.

Paul SinlaeloE mempertanyakan saat peristiwa itu petuga Satpol PP sedang melakukan apa saja, sebab  tugas mereka adalah menjaga kantor dan semua asset yang ada di dalamnya, termasuk uang yang mungkin di simpan di dalam kantor tersebut.

“Penjaga harus selalu waspada dan siaga dalam keadaan apapun. Jika waspada, saya yakin tidak akan terjadi kebakaran, dan tak perlu sebesar itu karena sikap menanganinya, meminta bantuan mobil pemadam kebakaran baik ada sejumlah tiga unit yang berada di Kantor Gubernur, maupun di Pemkot Kupang,“ katanya.

Paul SinlaeloE juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut kasus itu agar bisa tuntas. Karena semasa kepemimpinan Frans Lebu Raya, sudah terjadi 4 gedung milik pemerintah yang terbakar. Ke-4 gedung itu: Rumah Sakit Umum, Dinas PU NTT, Kantor Gubernur NTT yang lama dan kini Kantor Gubernur NTT yang baru. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button