Home / Pena_VJB / Polisi Amankan Nicolas Amatae Sebagai Saksi Mata Kebakaran Kantor Gubernur NTT

Polisi Amankan Nicolas Amatae Sebagai Saksi Mata Kebakaran Kantor Gubernur NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

 

 

Moral-politik.com. Nicolas Amatae (50), akhirnya diamankan Polres Kupang Kota karena sebagai salah satu saksi mata dalam kasus kebakaran Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) pada, Jumat (9/8) sekitar pukul 06.30 Wita.  Selain saksi mata, Polres Kupang Kota juga  mengamankan beberapa berkas sebagai dasar untuk penyelidikan lanjutan terkait dengan kebakaran Kantor Gubernur NTT tersebut.

Kepala Unit Jaga Polres Kupang Kota Ipda Henderik Mbeo mengatakan, sejumlah saksi mata akan segera diambil keterangan sebagai data awal untuk mengetahui penyebab kebakaran kantor tersebut.

Nicolas Amatae kepada wartawan, Jumat (9/8)  mengakui mengetahui kebakaran itu. Nicolas saat itu sekitar pukul 07.00 berada di lapangan futsal di depan antara Kantor Bappeda NTT dengan Aula El Tari Kantor Gubernur NTT.

“Kami sedang berada di lapangan, lihat asap naik ke atas, tepat di atas Biro Hukum Setda NTT, sehingga kami lari berhamburan ke gedung itu dan di sana api sudah merambat ke Biro Pemberdayaan Perempuan,” katanya.

Nicolas yang juga staf  Biro Umum Setda NTT itu mengaku, sebelum melihat asap, ada bunyi alarm kebakaran dari kantor itu, namun dirinya mengira hal itu adalah bunyi mobil pemadam kebakaran kota, sehingga tidak terlalu menggubris.

Dirinya juga  mengaku saat mengetahui kebakaran di ruang Biro Hukum, tidak dapat berbuat banyak karena tiga mobil pemadam milik Kantor Gubernur NTT sedang parkir, karena hari libur nasional dalam rangka Lebaran 2013.

“Kalaupun ada sopir, juga tidak akan dapat menolong, karena dari tiga unit mobil pemadam itu, hanya satu unit yang merupakan bantuan Pemerintah Australia yang dalam kondisi baik, sementara dua unit lainnya sedang rusak,” katanya.

Baca Juga :  Rote : Ruas Jalan Rusak, 4 Desa di Pantai Baru Terisolir

Namun, katanya, tidak lama berselang datang mobil pemadam kebakaran Kota Kupang dan petugasnya mulai menyiram api dari depan kantor tersebut, tapi api terus merambat hingga ke Biro Pemberdayaan Perempuan, Biro Ekonomi, dan Biro Administrasi Pembangunan, termasuk merambat ke lantai dua, tepatnya di ruang tamu gubernur dan wakil gubernur, ruang protokol, serta ruang kerja Sekda NTT.

Perlu diketahui, Kantor Gubernur NTT juga pernah terbakar pada 25 April 2011,  saat itu kantor  Gubernur NTT yang lama di Kelurahan Naikolan, Kota Kupang, ludes terbakar. Peristiwa itu diduga karena hubungan pendek arus listrik.

Gedung Kantor Gubernur NTT lama itu, digunakan delapan instansi pemerintah, yakni Kesbangpol dan Linmas, BPK, Arsip Daerah, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat, dan Badan Narkotika Provinsi.

Selain itu, Badan Penanaman Modal dan Pendapatan Daerah NTT, Kantor Pelayanan Perizinan Satu Atap, dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional NTT. Gedung yang terbakar itu, digunakan pula oleh Perwakilan UNICEF, Panwaslu NTT, dan Arsip Statistik. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button