17

 

 

 

Moral-politik.com. Presiden AS Barack Obama mengatakan kelompok Al Qaeda sudah “terpecah belah”, tetapi pecahannya di berbagai kawasan tetap merupakan ancaman bagi Amerika Serikat.

Dalam jumpa pers di Washington DC, Jumat (9/8/2013) waktu setempat, Obama menambahkan AS ingin memperkuat kapasitas individu tiap negara untuk menangkal militan Al Qaeda.

“Kelompok Al Qaeda yang menyerang kita pada 11 September 2001 sudah terpecah belah. Al Qaeda sudah sangat lemah dan tak lagi memiliki kapasitas operasional besar,” kata Obama.

Namun, Obama menggarisbawahi ancaman Al Qaeda di Semenanjung Arab, salah satu kelompoknya adalah pecahan kelompok itu di Yaman.

“Kita masih menghadapinya di berbagai kawasan seperti Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) yang bisa memberikan ancaman,” tambah Obama.

“Kelompok-kelompok regional seperti ini masih bisa melakukan serangan serangan bom truk ke kedubes dan menewaskan sejumlah orang,” lanjut dia.

Kondisi seperti itulah, kata Obama, yang membuat AS harus memastikan tetap memiliki strategi untuk memperkuat negara-negara sekutunya.

“Kita harus memiliki strategi memperkuat rekan-rekan kita sehingga mereka memiliki kapasitas untuk menghadapi ancaman regional ini jika mereka menjadi sedikit lebih kuat,” papar Obama.

Pernyataan Obama ini ada benarnya karena pada Kamis (8/8/2013), Arab Saudi mengumumkan telah menahan seorang warga Chad dan Yaman. Kedua orang itu dicurigai tengah merencanakan aksi bom bunuh diri.

Kementerian dalam negeri Arab Saudi mengatakan, pengawasan terhadap pertukaran pesan lewat media sosial menggiring aparat keamanan ke arah kedua tersangka itu. (Sumber: Kompas.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

79 + = 86