Home / Sport / Rote Ndao: Warga Oeledo Minta Air Bersih dan Jalan

Rote Ndao: Warga Oeledo Minta Air Bersih dan Jalan

Bagikan Halaman ini

Share Button

11

foto: ilustrasi kabupaten rote ndao

 

Moral-politik.com. Warga di Dusun Mbueain, Desa Oeledo, Kecamatan  Pantai Baru,  Kabupaten Rote Ndao keluhkan belum adanya sarana air bersih dan ruas jalan di wilayah tersebut. Pasalnya, warga di lokasi tersebut telah mengusulkan tersedianya air bersih dan ruas jalan masuk ke desa tersebut sejak delapan tahun yang lalu, namun hingga saat ini tak mendapat perhatian Pemkab Rote Ndao.

“Kalaupun anggaran untuk buat jalan tidak ada, kami mengharapkan adanya sarana air bersih di desa ini,” kata Urianus Loden, salah seorang warga di Dusun Mbueain, Desa Oeledo saat ditemui wartawan di kediamanya, Sabtu (3/8).

Kepada wartawan, Urianus  mengaku kecewa dengan kebijakan Pemkab Rote Ndao yang terkesan tak memberikan perhatian serius terhadap keluhan warga desa tersebut.

Pada hal, kata Urianus, pihaknya telah mengusulkan hal itu berulang-ulang melalui forum Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

“Kami sudah berulang-ulang mengusulkan untuk disediakan sarana air bersih dan dibuka ruas jalan desa ke pemerintah melalui forum musrenbangdes tetapi sampai saat ini hanya janji saja,” ujarnya.

Untuk pemenuhan kebutuhan dasar warga di desa itu, pihaknya berharap agar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao tak diskriminatif dalam melaksanakan pembangunan. sebab menurutnya, pihaknya merasa dianak tirikan oleh Pemkab Rote Ndao.

“Kami sangat mengharapkan adanya perhatian dari pemerintah. Kami merasa seperti dianaktirikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Ditambahkannya, jumlah penduduk desa itu terbilang banyak dan semestinya mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Jumlah penduduk di sini cukup banyak tetapi pembangunan yang dilaksanakan pemerintah sepertinya mengabaikan kami yang ada di sini,” ujarnya.

Pernah diberitakan, empat desa di Kecamatan Pantai Baru yakni Desa Lenupetu, Batulilok, Bokay serta Nusakdale misalnya, hingga saat ini masih terisolir sebab ruas jalan yang menghubungkan keempat desa itu alami kerusakan yang cukup serius.

Baca Juga :  Transmigran di Rote harus patuh pada peraturan

Arus transportasi yang menghubungkan empat desa yang dipisahkan dengan kali Fenggolen di Dusun Fenggolen, Desa Batulilok itu lumpuh akibat belum dibangunnya jembatan di kali tersebut. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button