Home / Pena_VJB / Rumah Perempuan: Tahun 2012, KDRT di NTT Raih Juara

Rumah Perempuan: Tahun 2012, KDRT di NTT Raih Juara

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

foto: ilustrasi

 

 

Moral-politik.com. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada tahun 2012 menempati posisi teratas yang ditangani oleh LSM Rumah Perempuan Kupang  sepanjang tahun 2012.  Dari 249 kasus yang didampingi oleh Rumah Perempuan, KDRT menempati urutan teratas, atau raih juara dengan jumlah 114 kasus.

Ansy Rihi Dara, salah satu aktifis LBH APIK Nusa Tenggara Timur (NTT)  yang didampingi Hermyn Boelan, Jumat (2/8) mengatakan, catatan akhir tahun 2012 itu, kasus KDRT menempati urutan teratas yang ditangani LBH APIK NTT.

Menurut Ansy, sesuai data pendampingan yang dilakukan oleh LBH APIK NTT hingga tahun 2012, untuk KDRT terdapat 114 kasus atau prosetansenya 46,21 persen. Dari 144 kasus ini, kasus tertinggi terjadi di wilayah Kota Kupang 77 kasus atau dipresentasikan sebanyak  70 persen. Sedangkan sisanya 33 kasus  di Kabupaten Kupang.

Sedangkan untuk urutan ke-2 tertinggi kasus yang ditangani adalah  kasus Anak Berhadapan Hukum (ABH) hanya 54 kasus,  kekerasan seksual 26 kasus, kekerasan dalam pacaran 16 kasus, dan ditambah lima kasus trafffiking.

Dari data-data tersebut, lanjut Ansy, Rumah Perempuan sebagai salah satu lembaga memiliki kepedulian akan masalah kekerasan terhadap perempuan,  akan terus melakukan berbagai upaya dan perjuangan peningkatan kesetaraan gender, untuk mewujutkan kehidupan antara laki-laki dan perempuan kearah yang lebih adil dan egaliter.

Sementara itu  Hermyn Boelan  mengatakan, untuk mencegah tingginya Kasus KDRT, dan kasus-kasus yang menjadikan perempuan sebagai korban,  Rumah Perempuan akan terus melakukan kampanye pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Menurut Boelan, sejak berdiri LBH APIK NTT, salah satu kegiatan utama dan sekaligus sebagi roh berdirinya LBH APIK NTT ini adalah ingin menjadikan NTT  aman tanpa kekerasan, termasuk membebaskan perempuan dan anak dari kekerasan.

Baca Juga :  Pemerintah Inggris Resmi Setujui Pernikahan Sesama Jenis

“Selain itu kami juga melakukan pendampingan khusus terhadap pelaku kekerasan yakni pelaku KDRT dalam konteks relasi suami istri,” ujarnya. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button