Home / Pena_VJB / Sejak 2009 Media Online Bikin Media Cetak Amerika Gulung Tikar

Sejak 2009 Media Online Bikin Media Cetak Amerika Gulung Tikar

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

Moral-politik.com. Kabar pembelian perusahaan surat kabar harian The Washington Post, Senin, 5 Agustus 2013 menambah daftar panjang perusahaan media cetak Amerika yang mengalami kejatuhan.

Redaktur Pelaksana New York Times, Jill Abramson pernah mengatakan pada awal Juni 2009 lalu bahwa sekitar 40 koran di Amerika telah menghadapi kebangkrutan. Krisis ekonomi dan Internet menjadi hantaman ganda bagi industri koran dan media cetak lainnya saat ini di Negeri Abang Sam.

Berikut ini beberapa daftar perusahaan koran dan media cetak Amerika Serikat yang mengalami kejatuhan, mulai dari menutup dengan resmi usahanya sampai menggantinya ke media online.

1. Surat kabar Tribune Co
Surat kabar Tribune mengalami masalah keuangan bahkan mengajukan perlindungan pailit pada awal Desember 2008. Akibat menurunnya pemasukan iklan untuk edisi cetak, Tribune memilih untuk fokus di berita online.

2. The New York Times
Surat kabar dengan oplah terbesar, The New York Times, masih bertahan dengan berita versi cetaknya hingga saat ini, meskipun distribusinya tidak lagi dalam jumlah besar. Oleh karena kurangnya pemasukan dari koran, perusahaan ini menyewakan sebagian ruang di gedung kantor pusatnya di New York guna membantu biaya operasional. Berhadapan dengan krisis ekonomi dan arus Internet, The New York Times juga memilih untuk menyampaikan berita melalui media online.

3. Majalah Newsweek
Setelah 80 tahun menyebarkan berita di Amerika Serikat, Newsweek mengakhiri edisi cetaknya pada pengujung akhir tahun 2012. Pihak Newsweek memilih untuk terbit dalam format online, Newsweek Global, pada 2013. Perpindahan format disebabkan kurangnya pemasukan iklan.

4. Majalah Reader’s Digest
Perjuangan perusahaan RDA Holding selama 91 tahun untuk menyebarkan berita melalui majalah Reader’s Digest akhirnya harus berakhir pada pertengahan Februari 2013 lalu. Reader’s Digest memilih untuk melayani pembacanya melalui edisi online.

Baca Juga :  Pemberantasan Korupsi Belum Maksimal Tapi Polri Ajukan Anggaran Rp 41 Triliun

5. Rocky Mountain News
Tepat pada tanggal 27 Februari 2009, surat kabar yang berdiri pada tahun 1859 ini resmi ditutup karena berbagai sebab. Sebelumnya, pada tahun 2008, E.W. Scripps & Co, pemilik harian ini, memilih untuk menjualnya. Akan tetapi, karena tidak ada yang membeli, Scripps memilih menutupnya.

Seperti dilansir situs Washington Post Senin kemarin, penjualan surat kabar harian The Washington Post pun tidak terlepas dari masalah finansial yang telah lama menggerogoti perusahaan itu. (Sil Sega/Tempo.co)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button