Home / Sport / Sekda Bere: Silahkan Mereka “Memberontak”

Sekda Bere: Silahkan Mereka “Memberontak”

Bagikan Halaman ini

Share Button

Sekda Belu, Petrus Bere- Dikawal Ketat Oleh Satpol PP Belu Terkait Amukan Massa Dalam Pemutasian PNS Ke Malaka

Moral-politik.com. Untuk mendukung kinerja Pemerintahan Kabupaten Malaka, maka selaku Kabupaten Induk yakni Kabupaten Belu, Bupati Belu Joachim Lopez telah mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pemindahan terhadap 3.342 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih berada di Belu untuk segera dipindahkan ke Malaka. Sehingga dengan SK Bupati tersebut, telah membuat barisan “pemberontak” yang masih “sakit hati” tidak menerima pemutasian tersebut.

Keberatan ini disampaikan salah satu barisan “sakit hati” Ferdinandus Rame, yang masih menjabat sebagai Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Belu, yang juga dipindahkan ke Malaka mewakili beberapa Kadis dan Kaban dalam acara Pemutasian PNS ke Malaka, yang dipimpin langsung Sekda Belu, Petrus Bere serta didampingi Kepala BKD Belu, Ulu Emanuel dan Asisten III, Donatus Mau, di Aula SMAK Suria Atambua, Kamis (1/8).

Dirinya mempertanyakan tentang aset kendaraan dan serta gaji tunjangan yang akan diberikan terhadap PNS yang mau dipindahkan ke Malaka.

“Saya mewakili rekan-rekan PNS dan Kadis dan Kaban lainnya yang sudah menerima SK Pemindahan dari Bupati Lopez ke Malaka. Kami mempertanyakan tentang aset kendaraan, gaji dan tunjangan. Apakah kendaraan-kendaraan seperti roda dua dan empat, yang selama ini kami pakai, akan kami bawa ke Malaka atau tidak? Apakah kami akan tetap terima gaji dan tunjangan di Belu atau kah di Malaka? Kami tidak “sakit hati” dan kami tidak “memberontak”, tetapi kami pertanyakan SK yang tidak sah itu dengan kendaraan, gaji dan tunjangan,” katanya, kesal.

Mendengar pertanyaan tersebut, selaku pejabat yang mewakili Bupati Belu, Sekda Petrus Bere menjawabnya, bahwa tentang gaji dan tunjangan tetap diberikan sesuai Tupoksi masing-masing dan diterima di Belu. Mengenai aset kendaraan, itu kan miliknya Pemkab Belu, bukan milik Pemda Malaka. Kamu semua dipindahkan ke Malaka untuk mendukung kinerja di sana. Karena kamu adalah anak-anak Malaka,” jawab Sekda, yang juga masih mendapat umpatan.

Baca Juga :  3 Pakar Menilai Perlu Capres yang Negarawan, Pluralis, dan Fokus!

Ditanya sikap apa yang akan diambil oleh Pemkab Belu terhadap “pemberontak” dan barisan “sakit hati” yang tidak mau mengindahkan SK Bupati Belu, dengan suara tegas, Sekda Bere mengatakan mereka harus tetap dipindahkan. Karena SK telah diberikan kepada masing-masing PNS. Tidak ada yang boleh melawan. Ini semua demi kepentingan Malaka ke depan dan Indonesia. Silahkan mereka “memberontak”. Aturan tetap dijalankan!” tegasnya. (Felix)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button