Home / Sport / Selundup Pasir Emas Lembata, Diduga Konspirasi Oknum Pemkab dan DPRD

Selundup Pasir Emas Lembata, Diduga Konspirasi Oknum Pemkab dan DPRD

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

Moral-politik.com. Forum Pemuda Nusa Tenggara Timur Penggerak Keadilan dan Perdamaian (FORMADDA) mensinyalir, penyelundupan ratusan karung pasir emas Kedang, Lembata diduga dilakukan oknum pemerintah daerah dan oknum anggota DPRD Lembata.

“Kami telah melakukan penyelidikan di Jakarta tentang keberadaan ratusan karung pasir besi asal Kedang, Lembata. Kuat dugaan ada keterlibatan oknum Pemkab Lembata dan oknum anggota DPRD Lembata,” kata anggota Formadda Jakarta, Hali Goran yang dihubungi melalui telepon dari Kupang ke Jakarta, Kamis (1/8).

Dikatakannya, diperkirakan pasir emas itu tiba di Jakarta sejak bulan Mei 2013 dan diurus oleh Abraham Sarabiti alias Laode. Pasir emas itu dikemas dalam karung plastik dan zak semen. Kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolsian setempat.

“Setelah laporan itu disampaikan ke polisi setempat, polisi langsung mengambil barang bukti itu ke kantor Polsek Pindok Aren dan saat ini tertumpuk di halaman Polsek Pondok Aren,” kata Hali Goran langsung mengirimkan foto pasir emas yang sudah dikemas dalam karung plastik tersebut.

Dijelaskannya, secara ekonomi, Laode itu tidak mungkin mengangkut barang-barang itu ke Jakarta dengan biaya sendiri, karena itu patut diduga ada okum-oknum tertentu yang mem-back-up tindakan Laode ini.

Dan, lanjut Hali Goran, sesuai pengakuan sementara Laode, saat ini sedang ada perebutan fee antara oknum pejabat dan oknum anggota DPRD tersebut.
“Ini sebuah permainan yang sangat memalukan,” tegas Hali.

Hal lain yang disesalkan FORMADDA Jakarta adalah masalah ini lolos dari perhatian Kepolisian Resort Lembata, Pemerintah Kabupaten Lembata serta Pemprov NTT dan Polda NTT.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lembata segera menelusuri penyelundupan pasir besi ke Jakarta, guna mendapat kejelasan tentang informasi dimaksud. Hal ini merupakan pernyataan resmi pemerintah yang dibacakan Wakil Bupati Lembata, Viktor Mado Wathun dalam Paripurna DPRD Lembata, Jumat (26/7).

Baca Juga :  Kritik Warga Mota’ain Terhadap Pejabat Imigrasi

Pernyataan Mado Watun itu menanggapi catatan penting Fraksi Golkar yang mendesak pemerintah untuk menelusuri dugaan penyelundupan pasir besi 7 ton dari Kabupaten Lembata yang tertangkap di daerah Cipulir, Jakarta Selatan. Fraksi Golkar menduga penyelundupan itu melibatkan oknum-oknum pejabat di Kabupaten Lembata.*** (AVI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button