Home / Pena_VJB / Si Gadis Karina dan “Teori Kebesaran Manusia”

Si Gadis Karina dan “Teori Kebesaran Manusia”

Bagikan Halaman ini

Share Button

Karina1

 

 

Moral-politik.com. Dengan cara apakah kita bisa mengukur kebesaran seseorang?

Ini adalah pertanyaan yang kerap menghantu pikiran banyak orang. Pasalnya, ada banyak orang juga yang bermimpi jadi orang besar hanya dengan maksud kebesarannya itu dihormati, dijunjung tinggi-tinggi, disembah, bahkan bila perlu menganggap dia tak kalah Agung dan Mulianya dengan Allah.

Seorang gadis manis yang diberi nama Karina bertutur sangat yakin, bahwa kebesaran seseorang tak diukur dari tingginya kedudukan, jabatan dan kekayaan.

Lalu dengan cara apa mengukurnya?

Kata si mata bulat bundar dengan pancaran sinar keemasan ini, kebesaran seseorang diukur dari banyaknya kebaikan yang ia buat bagi orang lain dengan tanpa pamrih secuil pun.

Sisi lain dalam teropongan Karina soal kecenderungan manusia melakukan kelirumologi penilaian seputar jabatan atau kedudukan yang melekat pada diri seseorang itu karena dia orang yang baik, bermoral, bermartabat, dan tak ada cacat cela.

Dalam khazanah piker Karina, pangkat atau jabatan boleh saja tinggi-tinggi menjulang hingga ke bibir langit, tapi itu bukanlah jadi jaminan absolute, yang menunjukkan kebesaran orang tersebut. Karena, gumamnya, belum tentu jabatan atau kedudukan yang diperolehnya itu diraih dengan cara yang baik pula.

“Bukankah terkadang orang cenderung berkata: banyak jalan ke Roma?” terangnya.

Lalu, apa alasanmu bilang begitu Karina?

Gadis dengan aroma harum rambut semerbak mewangi ini bilang:

“Bisa saja semuanya itu dicapai dengan cara yang tidak terhormat—bisa saja dengan kekerasan terhadap orang lain—atau, bahkan penuh tipu muslihat dan angkara murka.” (Ale+)

Menurut Karina, orang-orang seperti itu mungkin saja akan disegani, tapi juga tidak disenangi.

Karina, gadis yang punya impian tak mau kalah dengan wanita-wanita Indonesia yang turut berjuang meraih kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 silam ini bilang,  kebaikan seseorang akan tertanam dalam hati sesamanya, sehingga ia selalu disenangi orang lain. Intinya, lanjut dia, bisa memberikan kebahagiaan, sukacita dan harapan untuk orang lain dengan tanpa membeda-bedakan dalam banyak hal….

Baca Juga :  Tim Esthon-Paul Gugat KPU

“Kebesaran sejati tercermin dalam sikap pelayanan yang tulus, bersedia memberi dan berbagi tanpa pamrih, berdedikasi dan mengabdi tanpa menuntut pengakuan,” tutup Karina, elok sekali. (Ale)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button