Home / Populer / Soal Kebakaran Kantor: Gubernur NTT Harus Bertanggung Jawab!

Soal Kebakaran Kantor: Gubernur NTT Harus Bertanggung Jawab!

Bagikan Halaman ini

Share Button

Paul SinlaeloE

 

Moral-politik.com. Peristiwa terbakarnya Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (9/8) lalu, Gubernur NTT, Frans Lebu Raya diminta untuk mempertanggung jawabkan peristiwa kebakaran yang membakar hangus sedikitnya 4 ruangan kerja Kantor Gubernur NTT itu.

Paul SinlaeloE, salah satu aktifis PIAR NTT, Senin (12/8) mengatakan, peristiwa kebakaran yang menghanguskan 4 ruangan kerja di Kantor Gubernur NTT itu harus dipertanggung jawabkan oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, karena saat ini Frans Lebu Raya yang memimpin Provinsi NTT dan berkantor di tempat yang terbakar itu.

“Peristiwa kebakaran itu, harus dipertanggung jawabkan oleh Gubernur NTT, Frans Lebu Raya karena saat ini Frans Lebu Raya yang memimpin Provinsi NTT dari kantor yang terbakar itu. Untuk itu Frans Lebu Raya harus bertanggung jawab penuh atas peristiwa itu,“ katanya.

Dia mengatakan, ini merupakan salah satu kesalahan besar yang dilakukan Pemerintah NTT di masa kepemimpinan Frans Lebu Raya. Karena seluruh arsip tentang Provinsi NTT hangus terbakar. Sebagai seorang Gubernur dirinya harus bertanggung jawab atas arsip-arsip negara  yang menulis tentang Sejarah NTT yang telah terbakar itu.

Selain itu, seluruh berkas-berkas penting tentang keuangan dan arsip lainnya hangus terbakar juga. Ini juga kesalahan lain yang dibuat oleh Pemerintah NTT, karena tidak mampu menjaga arsip-arsip tentang sejarah NTT.

Mengenai alasan arus pendek yang menyebabkan terbakarnya kantor Guberrnur NTT itu, Paul mengatakan alasan itu sebenarnya tidak masuk akal. Karena setiap tahun selalu ada dana untuk pemeliharaan peralatan kantor dan salah satunya instalasi kantor. Setahun ini dana tersebut dikemanakan sehingga tidak mampu menjaga instalasi kantor Gubernur NTT?

Menurut Paul, Pemerintah NTT jangan menjadikan PLN sebagai kambing hitam, karena tidak mampu memperhatikan arus listrik yang ada di Kantor Gubernur NTT. Namun Pemerintah NTT harus melihat dan memperhatikan alat-alat tersebut dengan dana yang diadakan setiap tahunnya. Namun kemanakah dana tersebut?

Baca Juga :  Terkait Budi Gunawan, Dewan Pers Pelajari Laporan Bareskrim soal Pemberitaan "Tempo"

“Alasan kalau soal arus listrik, itu tidak masuk akal. Karena apa ada dana soal itu, kalau memang ada dimanakah dana itu sehingga bisa terjadi demikian? Jangan salahkan PLN dalam hal ini, yang bertanggung jawab adalah Pemerintah NTT karena ada dana,“ katanya.

Paul sangat menyesalkan sikap Pemerintah NTT yang tidak mampu menjaga arsip-arsip penting negara terutama sejarah NTT.

“Ini kesalahan besar yang dibuat Pemerintah NTT, dank arena itu harus bertanggung jawab dalam peristiwa itu adalah Frans Lebu Raya. Bagaimana dalam dua periode memimpin NTT kantor Gubernur NTT terbakar dua kali?” ungkap Paul. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button