Home / Sport / Soal Seragam, Akhirnya Sopir Taksi Bandara El Tari Mogok Kerja

Soal Seragam, Akhirnya Sopir Taksi Bandara El Tari Mogok Kerja

Bagikan Halaman ini

Share Button

eko dono indorto 34

 

 

Moral-politik.com. Sedikitnya 50 unit taksi yang beroperasi di Bandara El Tari Kupang, Rabu (31/7) sekitar pukul 16.00 Wita menggelar aksi mogok. Aksi mogok dilakukan oleh puluhan sopir Taksi Banadara El Tari Kupang itu, terkait salah satu ijin trayek dari taksi dengan nomor 40 yang dikendarai Adi Riwu dicabut ijinnya.

Aksi mogok itu akhirnya berlanjut hingga depan Pangkalan TNI-AU El Tari, Kupang. Para sopir Taksi Bandara El Tari Kupang itu datang ke Pangkalan TNI-AU El Tari Kupang untuk meminta kejelasan terkait salah satu rekan mereka yang dicabut ijin trayeknya.

Informasi yang dihimpun wartawan di pangkalan TNI-AU El Tari Kupang, Rabu (31/7) menyebutkan, aksi yang dilakukan itu atas dasar salah satu rekan mereka yang mengendarai taksi nomor 40 atas nama Adi Riwu ijin trayeknya dicabut oleh kepala pengamanan Bandara El Tari Kupang, Goris yang  merupakan anggota TNI-AU El Tari Kupang.

Disebutkan, awalnya Adi sempat ditegur oleh Goris karena tidak menggunakan seragam untuk para pengemudi Taksi Bandara. Kemudian Goris langsung mencabut dan mengambil ijin trayek dari taksi nomor 40 milik Adi Riwu.
Aksi yang dilakukan para Sopir taksi hingga pukul 18.00 Wita berjalan dengan baik, tanpa menimbulkan suatu aksi yang berlebihan atau keributan.

Aksi mereka akhirnya mampu dikendalikan oleh TNI-AU El Tari Kupang, dan dibubarkan setelah berkoordinasi dengan Danlanud El Tari Kupang, Kolonel. Eko Dono Indorto.

Danlanud TNI-AU El Tari Kupang, Kolonel. Eko Dono Indorto yang ditemui wartawan, Rabu (31/7) di ruang kerjanya mengatakan, peristiwa itu hanya karena salah komunikasi antara petugas dan sopir taksi bandara.

Dia mengatakan, soal seragam memang setiap sopir taksi Bandara El Tari Kupang diwajibkan untuk menggunakan seragam tersendiri, supaya petugas dapat membedakan sopir taksi bandara dan sopir taksi yang bukan bertugas di bandara.

Baca Juga :  DPRD Minta Pemkot Harus Perhatikan Masalah Tower 51

Terkait dengan ijin trayek yang dicabut, Indoerto menjelaskan bahwa semuanya itu tidak benar. Dia menjelaskan bahwa sopir taksi Bandara El Tari Kupang juga merupakan mitra kerja dari TNI-AU El Tari Kupang. Sehingga hubungan itu harus dijaga.

Soal ijin trayek, katanya, bukan dicabut namun hanya diambil untuk sementara agar memberikan pelajaran kepada mereka yang tidak taat kepada aturan yang berlaku di Bandara El Tari Kupang. Karena di Bandara El Tari Kupang sudah memiliki aturan tersediri dan itu wajib ditaati oleh setiap pengunjung bandara maupun sopir taksi bandara, atau pun para pekerja yang ada di Bandara El Tari. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button