Home / Sport / Status Gunung Ebolobo Waspada, Bupati Aoh Ingati Masyarakat

Status Gunung Ebolobo Waspada, Bupati Aoh Ingati Masyarakat

Bagikan Halaman ini

Share Button

8

Moral-poltik.com. Naiknya status Gunung Ebolobo dari normal ke waspada, mendorong  Bupati Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Samping Aoh, meminta aparat terkait terutama dari Badan Penanggulangan  Bencana Daerah (BPBD) setempat dan para camat untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat, jika aktivitas gunung itu makin meningkat.

Bupati Aoh yang dihubungi dari Kupang, Minggu (25/8) mengatakan, peringatan dini itu sangat penting sebagai langkah antisipatif , khususnya untuk masyarakat pada dua kecamatan yakni Mauponggo dan Boawae yang sangat dekat dengan gunung tersebut.

“Kami sudah mengimbau masyarakat untuk jangan panik dan selalu waspada mengikuti perkembangan informasi terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian  ESDM ,” katanya.

Sementara itu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan lainnya, menurut Bupati Aoh,  BPBD Nagekeo akan segera mengkondisikan pembukaan posko-posko bantuan, berkoordinasi dengan lintas sektor dan aparat keamanan, dengan fokus pelayanan, pertama untuk dua wilayah kecamatan terdekat yakini Kecamatan Mauponggo dan Kecamatan Boawae.

Kata dia, BPBD Nagekeo juga akan menempatkan beberapa petugas jaga untuk membantu Pos Pengamatan Gunung Api Ebulobo di Kelewae karena keterbatasan petugas pemantau dan baru mendapat tambahan satu petugas dari Pos Inerie, Kabupaten  Ngada.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kemnterian  ESDM,Jumat (23/8) mengumumkan tiga buah gunung  berapi di NTT dinaikan statusnya  dari normal ke waspada.

Ketiga gunung berapi itu adalah Gunung Ebulobo di Kabupaten Nagekeo dan serta Gungung Ile Werung dan Gunung Lewotolok  di Kabupaten Lembata.

Gunung Ebulobo, juga disebut Amburombu atau Keo puncak, adalah gunung stratovolcano simetris di tengah Pulau Flores tepatnya di Kabupaten Nagekeo. Gunung ini memiliki puncak yang datar kubah lava dan berisi 250 m puncak kawah.

Baca Juga :  Kadistamben diskriminatif tertibkan aktivitas tambang

Tahun 1830, aliran lava, dikenal sebagai Watu Bev turun dari Utara di puncak dan mencapai panjang sejauh 4 km. Letusan kecil puncak terjadi pada tanggal 28 Februari 1969, di mana “api”, uap dan abu dilaporkan muncul dari puncak gunung ini.*** (AVI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button