Home / Sport / Tersangka Kasus Buku di Kota Kupang Diperiksa Kejati NTT

Tersangka Kasus Buku di Kota Kupang Diperiksa Kejati NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

16foto: ilustrasi buku

 

Moral-politik.com. Cornelis Kapitan, mantan Sekretaris Dinas PPO Kota Kupang  selaku tersangka dalam kasus pengadaan buku untuk SD dan SMP se-Kota Kupang, yang kini sudah menjalani penahanan di Lapas Penfui Kupang, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan buku dan alat peraga pada SD dan SMP tahun 2010 dengan nilai kontrak Rp 2,6 miliar, kembali diperiksa jaksa bertempat di gedung Kejati NTT, Kamis (15/8) lalu.

Pantauan Moral-politik.com di Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT, Kapitan dijemput dari Lapas Penfui sekitar pukul 09.00 Wita menggunakan mobil tahanan Kejati NTT.

Tiba di gedung Kejati NTT, Kapitan  langsung menuju lantai tiga guna diperiksa oleh jaksa Oscar Douglas Riwu. Pemeriksaan masih berlangsung hingga pukul 15.00 Wita dimana terlihat istri dan tiga orang kerabat dari Kapitan menunggu di lantai satu gedung Kejati NTT.

Dalam pemeriksaan Kapitan  tidak didampingi kuasa hukumnya, di mana dirinya tampak mengenakan kemeja lengan pendek bergaris coklat.

Informasi yang dihimpun di Kejati NTT menyebutkan, Kapitan  diperiksa dalam rangka melengkapi berkas perkara tersangka Budi Harto selaku Direktur CV Karya Putra Mandiri, yang terlibat dalam pengadaan buku.

Selain Kapitan, sebelumnya pada Selasa (13/8), jaksa Oscar Douglas juga sempat mengambil keterangan salah satu pegawai Bank NTT, Kantor Kas Walikota Kupang. Pengambilan keterangan dari pegawai Bank NTT dalam rangka memastikan proses pencairan dana proyek pengadaan buku sebagaimana pengajuan SP2D dari Bagian Keuangan.

“Dalam pengambilan keterangan sempat disodorkan beberapa kuitansi dan SP2D terkait pencairan dana proyek pengadaan buku, yang mana pihak Bank NTT membenarkan soal pencairan dana tersebut,” ujar sumber yang tidak mau namanya disebutkan.

Kajati NTT, Domu Sihite yang ditemui belum lama ini mengaku telah memperpanjang masa penahanan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan buku dengan tujuan agar tidak bebas demi hukum.

Baca Juga :  Penumpang di Pelabuhan Bolok melonjak tajam

Sementara untuk kerugian negara dalam kasus pengadaan buku, masih dimintakan audit kepada BPKP Perwakilan NTT untuk menghitung ketugian Negara, dan terkait rencana ekspose menunggu waktu yang tepat, mengingat masih ada tim yang cuti hari raya. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button