Home / Sport / Tiga Kelompok Penerima Tunggak Dana Lueb TA.2008

Tiga Kelompok Penerima Tunggak Dana Lueb TA.2008

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

 

Moral-politik.com. Sebanyak tiga kelompok penerima dana , sejak tahun anggaran 2008 lalu hingga saat ini belum mengembalikan anggaran yang bersumber dari pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao, Bernard Haning ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Jumat (23/8).

Dikatakan Bernard, sesuai petunjuk penggunaan dana tersebut, tiga kelompok penerima dana itu seharusnya melunasi pengembalian dana tersebut hingga akhir TA.211 lalu, namun hingga saat ini belum dikembalikan.

“Penyaluran dana lueb merupakan upaya pemerintah untuk menunjang usaha yang dijalankan masyarakat,” katanya.

Total anggaran yang belum dikembalikan ketiga kelompok itu senilai Rp75 juta dan masing-masing kelompok mendapatkan Rp25 juta.

“Tiga kelompok penerima dana Luep yang masih tertunggak itu diantaranya kelompok yang dipimpin Anus Letek,Welem Paulus dan Jacob Dillak. Sekarang sudah dalam proses untuk ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku,” tandas Bernard.

Lebih lanjut Bernard menjelaskan, sesuai petunjuk anggaran tersebut disalurkan untuk meningkatkan produksi pertanian dari masing-masing kelompok penerima. Namun dalam prosesnya, para penerima bantuan terkesan tidak memanfaatkanya dengan baik untuk mengelolah lahan pertanian.

Hal itu kata Bernard menyebabkan aktivitas usaha yang dilaksanakan masing-masing penerima tidak berjalan seperti yang diharapkan sehingga pengembalian dana itu macet.

“Kami sudah melaporkan ke propinsi untuk ditindak lanjuti sesuai aturan dan sanksi yang telah sepakati bersama. Masing-masing penerima sudah menyerahkan jaminan,” katanya.

Atas laporan pihaknya, lanjut Bernard, Pemprov NTT melalui Dinas Pertanian Propinsi NTT sudah merekomendasikan untuk ditindak lanjuti dan selanjutnya diserahkan ke penegak hukum.

Sementara itu, ketiga ketua kelompok penerima yang tunggak dalam pengembalian dana itu, hingga berita ini diturunkan belum berhasil di konfirmasi wartawan.

Baca Juga :  Jangan Suka Bohongi Rakyat

Ditempat terpisah sebelumnya, pengembalian dana Bantuan Langsung Masyarakat melalui Program Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (BLM PUAP) yang disalurkan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2012 lalu ke sejumlah Kelompok Tani (Poktan) di Desa Baadale, Kecamatan Lobalain macet.

Hal ini disampaikan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Baadale, Kecamatan Lobalain, Agustinus Tulle kepada wartawan di kediamannya, Rabu (21/8).

Dijelaskannya, dalam TA.2012 lalu Kementerian Pertanian menyalurkan anggaran senilai Rp100 juta untuk Gapoktan Desa Baadale yang kemudian disalurkan ke empat kelompok tani yang ada di desa itu.

Sesuai petunjuk juknis, anggaran yang disalurkan itu peruntukannya untuk berbagai seperti usaha tani, pengolahan, usaha sarana dan prasarana produksi, usaha pemasaran serta usaha keuangan mikro.

“Anggota Poktan sudah menjalankan berbagai usaha namun karena produksi menurun sehingga usaha mereka macet yang berdampak pada pengembalian dana,” katanya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button