Home / Pena_VJB / To’o Zakarias, Keliling Dunia Berkat Dawai Sasando

To’o Zakarias, Keliling Dunia Berkat Dawai Sasando

Bagikan Halaman ini

Share Button

DSCN5423

 

Moral-politik.com. Penampilannya terkesan sederhana, bahkan  bersahaja. Tapi, ketika jari-jemarinya menari di atas dawai Sasando, alat musik tradisional asal Rote Ndao yang dibuat dari senar gitar dan daun lontar, lelaki asal Rote Ndao yang berusia 33 tahun ini, sontak bikin orang terhanyut dalam alunan musik yang dipetiknya itu.

Bagi para pengunjung atau tamu di Swissbellin Kristal Internasional Hotel Kupang, sosok  lelaki bernama Sakarias Ndao, sudah tak asing lagi. Ia selalu hadir menghibur pengunjung restoran atau tamu di hotel itu tiga kali seminggu.

Sakarias yang mengaku belajar sendiri bermain Sasando sejak tahun 2000 lalu mengatakan,  ada suka dan duka mewarnai perjalanan hidupnya saat menjadi pemetik sasando.

“Ada kesulitan sejak awal, karena belajar sendiri. Tangan kiri harus bermain bass sama melodi dan  tangan kanan untuk kunci C,G F,” kata Zakarias yang dijumpai di Hotel T-More Kupang, Sabtu (3/8).

Selain belajar sendiri memetik Sasando, putra pasangan Yohanes Ndao dan Elisabeth Manubnani  ini bisa menciptakan atau membuat sendiri Sasando Elektronik yang sudah mulai digemari para pemetik Sasando, baik yang ada di Rote Ndao dan di Kota Kupang.

Tentang pengalamannya bermain Sasando, ia juga sudah menelorkan sejumlah prestasi. Berbagai  perlombaan sudah dia ikuti. Yang paling akbar dan spektakuler adalah saat mengikuti Festival  Sasando memperebutkan Piala Presiden tahun 2011 lalu.

“Meski tidak sempat jadi juara,saya puas karena bisa mejadi juara grup, apalagi jumlah  peserta yang ikut dalam event tersebut cukup banyak,” jelasnya.

Suami dari Retno Ndolu dan ayah dari Putra Yosareth Ndao, Eza Nayla Ndao dan Iskia Ndao itu menuturkan, dari keahliannya memainkan dawai Sasando, dia bisa menghidupkan keluarganya.

Baca Juga :  Kepala BKPMD Babel Pukul Pramugari Nur Febriani Karena Kesal

“Penghasilan dari bermain Sasando cukup untuk kami sekeluarga,” tukasnya.

Menurut pengakuannya, dia juga kerap kesulitan memainkan alat musik itu saat harus memenuhi keinginan pengunjung atau peminat musik. Selain nada dan kunci yang terbatas, kita dengan terpaksa mengikuti lagu yang dinyanyikan pengunjung.

Ternyata, dibalik kepiawaiannya bermain Sasando, Sakarias pun boleh berbangga. Betapa tidak, dia  sudah empat kali diundang ke Jepang, satu kali ke Korea, dua kali ke Darwin, dan sekali  ke Melborne, Australia.

“Selasa minggu depan, saya bersama dua teman lainnya akan berangkat lagi ke Darwin menghadiri Expo Darwin, mewakili Indonesia khususnya NTT di ajang internasional tersebut,” tukasnya
Mengakhiri bincang-bincang, dengan  penuh kagum saya berkata:

“Selamat ya To’o (Om)! Sukses terus dengan dawai Sasandomu.*** (AVi)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button