Home / Pena_VJB / Tragedi Montara: Dua Pengacara Australia Data Kerugian Nelayan NTT

Tragedi Montara: Dua Pengacara Australia Data Kerugian Nelayan NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

Moral-politik.com. Dua orang pengacara asal Australia, Emily Mitchell Price dan Greg Phelps melakukan pendataan kerugian yang dialami para nelayan dan petani rumput laut terkait pencemaran Laut Timor akibat meledaknya ladang minyak Montara di Blok Atlas, 21 Agustus 2009 lalu.

“Bukti yang dikumpulkan ini akan digunakan untuk mensomasi pengelola ladang minyak Montara dan Pemerintah Australia,” kata Greg Phelps, perwakilan tim pengacara Yayasan Timor Barat yang tergabung dalam Australian Lawyers Alliance (ALA), atau Aliansi Seluruh Pengacara Australia yang berkedudukan di Darwin, Northern Teritory, Kamis (16/8).

Kedua pengacara tersebut mengumpulkan bukti atau data di Pantai Oesapa, Kota Kupang dan Desa Tablolong, dan Kabupaten Kupang.

Sekretaris Desa Tablolong, Mester Bessie kepada Moral-politik.com mengatakan, pada tahun 2009 lalu, bertepatan dengan pencemaran laut Timor, produksi rumput laut di desa tersebut mencapai 247 ton. Namun pada 2010 setelah seluruh perairan tercemar, produksi rumput laut trn drastis hingga 10 ton per tahun.

“Rumput laut kami tiba-tiba berguguran dan mati,” katanya.

Hingga tahun 2011, produksi rumput laut terus turun drastis hingga 5 ton, dan pada 2012 turun lagi menjadi tiga ton. Akibatnya, kini 233 petani rumput laut di desa ini alih profesi menjadi nelayan dan buruh.
“Banyak nelayan yang telah beralih profesi, karena laut tercemar,” katanya.

Pencemaran Laut Timor terjadi sejak 21 Agustus 2009 akibat meledaknya sumur minyak Montara di Blok Atlas Barat Laut Timor, yang dikelola PTTEP Australasia, perusahaan asal Thailand. Sesuai temuan penyelidik Montara bentukan Pemerintah Federal Australia, luas perairan Laut Timor yang tercemar mencapai 90.000 kilometer persegi mencapai pesisir pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur.  (richo)

Baca Juga :  Kapolda NTT Diminta Periksa Dir Reskrim Terkait Laporan Kasus Trafficking

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button