Home / Pena_VJB / Vikjen Atambua: Perjudian Marak, Gereja Tak Berhak Memberikan Sanksi

Vikjen Atambua: Perjudian Marak, Gereja Tak Berhak Memberikan Sanksi

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

 

 

Moral-politik.com. Gereja hanya sebatas memberikan seruan moral. Gereja tidak punya hak untuk memberikan tindakan atau sanksi tegas terhadap para penjudi yang kian marak di wilayah keuskupan Atambua.

Demikian diungkapkan Vikaris Jendral (Vikjen) Keuskupan Atambua, Pater Yustus Asa, SVD kepada Moral-politik.com di Lalian Tolu, Nenuk, Selasa (27/8/2013).

Vikjen Atambua mengatakan, memang kita tahu bahwa perjudian semakin marak di Atambua, dan telah merambah sampai ke perbatasan RI-RDTL.

Dirinya berharap aparat kepolisian dapat menindak tegas pelaku-pelaku perjudian.

Dia mengatakan, sebenarnya perjudian di Belu dapat dimusnahkan apabila Pemkab Belu bersama aparat Kepolisian Polres Belu dapat bekerjasama dengan baik. Namun, yang terjadi malahan ada dugaan bahwa perjudian di Belu di-back up oleh aparat.

“Saya menduga pasti di-back up sama aparat, sehingga perjudian semakin merajalela. Akibatnya banyak rumah tangga retak karena salah satu pasangannya bermain judi,” ungkapnya.

Jenis perjudian yang dilakukan di Belu, tambah Vikjen, misalkan bola guling, sabung ayam, kuru kuru, lempar bulu ayam, dan lain sebagainya.

“Perjudian mau dimusnahkan di Belu? Perlu kerja keras dan kesadaran dari setiap kita,” ungkap dia. (Felix)

Baca Juga :  Ana Djukana Minta Wartawan Memihak Wanita Korban Kejahatan Seksual

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button