Home / Sport / Warga Kolhua Ancam Pemkot Kupang, Pengukuran Lahan Batal

Warga Kolhua Ancam Pemkot Kupang, Pengukuran Lahan Batal

Bagikan Halaman ini

Share Button

Bendungan1

 

Moral-politik.com. Ratusan warga Kelurahan Petu dan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang mengancam Pemerintah Kota Kupang yang hendak melakukan pengukuran lahan untuk pembangunan Bendungan Kolhua, di Kelurahan Petu, Senin (19/8) sekitar pukul 10.00 Wita.

Pemerintah Kota Kupang yang dipimpin Asisten Pemerintahan, Yos Rera Beka yang berkunjung ke Kelurahan Kolhua turut diancam oleh warga setempat, jika pengukuran lahan tetap dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang.

Bimusu, salah satu warga yang dituakan di daerah tersebut ketika ditemui Moral-politik.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (19/8) mengatakan, akan ada pertumpahan darah jika Pemkot Kupang berani melakukan pengukuran atas lahan mereka, yang rencananya akan dibangun Bendungan Kolhua.

Ancaman warga tersebut dilakukan oleh warga setempat, katanya, sejak empat tahun lalu warga setempat menyatakan telah menolak rencana Pemkot Kupang untuk membangun bendungan Kolhua di atas lahan mereka, karena di atas lahan tersebut, warga sekitar menggantungkan hidup mereka dari hasil pertanian.

“Siapa saja yang berani turun lokasi untuk ukur, atau hanya liat pasti akan jadi korban. Kalau pemerintah mau coba silakan saja, kalau memang tidak percaya silakan, yang penting jangan salahkan warga kalau ada pertumpahan darah,“ katanya.

Dia mengatakan, warga yang memiliki lahan, yang direncanakan oleh Pemkot Kupang akan membangun bendungan di atas lahan tersebut, menyatakan menolak rencana tersebut, namun Pemkot Kupang bersikukuh untuk tetap membangun bendungan, jika itu memang dipaksakan maka akan ada korban.

Ditegaskannya, warga Kolhua yang memiliki lahan tersebut, yang menyatakan menolak pembangunan bendungan Kolhua, siap menjadi korban untuk lahan mereka, karena lahan tersebut sebagai tempat untuk mereka berusaha di bidang pertanian. Untuk itu mereka siap berkorban, meskipun nyawa mereka jadi taruhannya.

Baca Juga :  Djoko Santoso Deklarasikan Diri jadi Capres

Mendengar ancaman warga Kelurahan Petu dan Kolhua, Pemkot Kupang dibawa koordinasi Asisten Pemerintahan, Yos Rera Beka menyatakan mundur untuk menghindari bentrok dengan warga.

Pantauan Moral-politik.com, warga benar-benar marah dan siap berkorban demi lahan mereka yang tidak direlakan untuk dibangunnya Bendungan Kolhua. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button