Home / Sport / 11 Kecamatan Tolak Hasil Pleno KPU dan Putusan MK

11 Kecamatan Tolak Hasil Pleno KPU dan Putusan MK

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

moral-politik.com. Kota Kupang –  Sejumlah  tokoh masyarakat dari 11 Kecamatan di Sumba Barat Daya (SBD) dengan tegas menolak hasil pleno KPU dan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang sengketa Pemilihan Kepala Daera (Pilkada)  Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) pada 5 Agustus 2013 lalu.

Salah satu tokoh masyarakat dari Sumba Barat Daya, Agustinus Wakur Kaka kepada moral-politik.com, Sabtu (21/9/2013) menegaskan, alasan 11 kecamatan menolak hasil pleno KPU dan keputusan MK karena perolehan suara sah masing-masing pasangan calon hasil pemungutan dan perhitungan suara pada tanggal 5 Agustus 2013 lalu, sebagaimana tertuang dalam C1 KWk dari 561 TPS yang terbesar pada 129 desa dan 2 kelurahan dalam 11 kecamatan, menunjukkan pasangan  Kornelis Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto menang dengan meraih 80.352 suara. Sedangkan pasangan Jacob Malo Bulu-Johanis Mila Mese Geli meraih 10.357 suara dan paangan Markus Dairo Talu-Ndara Tangu Kaha meraih 68.902 suara.

“Total perolehan suara sah sebanyak 159.2611 suara,” kata Agustinus.

Calon Wakil Bupati Daud Lende Umbu Moto turut menegaskan, saat pelaksanaan pleno rekapitulasi tingkat PKK pada 8 Agustus 2013 pada 11 wilayah kecamatan telah dimulai sebuah skenario yang mencederai demokrasi pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya.

Daud mengatakan, khusus dua kecamatan yakni Wewewa Tengah dan Wewewa Barat telah terjadi tindakan manipulasi data dengan melakukan perubahan komposisi perolehan suara untuk masing-masing pasangan calon, dan terjadi penambahan dan juga pengurangan jumlah suara.

Khusus Kecamatan Wewewa Tengah, data hasil manipulasi telah dilakukan keberatan oleh saksi pasangan calon nomor urut 2 yakni Kornelius Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto dan sekaligus meminta untuk dilakukan sandingan dengan data C1 KwK namun pihak PPK tidak melakukannya. Sedangkan di Kecamatan Wewewa Barat, saksi pasangan Kornelis Kodi Mete-Daud Lende Umbu Moto pada saat pleno PPK tidak bisa hadir karena suasana keamanan tidak kondusif.

Baca Juga :  Kemerdekaan Berkumpul di CFD Kota Kupang (3)

Sesuai perhitungan suara yang disampaikan tokoh masyarakat kepada gubernur, tiga pasangan peserta pemilu kada yakni Markus-Ndara meraih 68.902 suara, Kornelis-Daud mengumpulkan 80.352 suara, dan pasangan Jakob Malo Bulu-Johanes Mila Mesa mendapat 10.357 suara.

“Perbedaan suara antara pasangan Kornelis-Daud dengan pasangan Makus-Ndara sebesar 11.450 suara, sehingga pemenang pilkada seharusnya pasangan yang meraih suara terbanyak,” kata Agustinus

Gollu Wolla, tokoh masyarakat asal Kecamatan Wewewa Tengah, Sumba Barat Daya menyampaikan
data perolehan suara sesuai pleno rekapitulasi suara di KPU Sumba Barat Daya, pasangan Markus-Ndara memenangi pilkada dengan mengumpulkan 81.543 suara. Sebaliknya pasangan Kornelis-Daud hanya meraih 79.498 suara. Perolehan suara dua pasanga tersebut hanya terpaut 2.045 suara. Sedangkan pasangan Jakob-Johanes mengumpulkan 10.179 suara.

Mereka juga membeberkan terjadi penggelembungan suara pada pasangan Markus-Ndara di hampir semua kecamatan seperti di Wewewa Tengah, suara pasangan ini disebutkan bertambah 1.699.

Menurut Agustinus, sesuai perolehan suara yang tercatat di formulir C1-KWK, pasangan itu mengumpulkan 11.474 suara. Tetapi setelah digelar pleno di tingkat panitia pemilihan kecamatan (PPK), jumlah suara Markus-Ndara naik menjadi 13.175 suara.

Begitu pula di Kecamatan Wewewa Barat, diduga terjadi penggelembungan suara pasangan ini sebesar 1.222 suara. Sesuai data perolehan suara yang tertulis di formulir C1-KWK berjumlah 22.151 suara, namun pleno di tingkat PPK jumlah suara pasangan ini membengkak jadi 23.375 suara. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button