Home / Populer / 13 Parpor di Belu Tuntut DPRD Panggil Bupati dan KPU

13 Parpor di Belu Tuntut DPRD Panggil Bupati dan KPU

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG-20130917-00503

moral-politik.com. Akibat ulah yang dilakukan oleh Pemerintah Belu dan KPUD untuk menunda Pemilihan Kepala Daerah, akhirnya sebanyak 13 Parpol di Belu naik pitam dan berang. Tindakan naik pitam dan berang itu, diawali dengan melakukan aksi demontrasi secara besar-besaran ke gedung DPRD Belu.

Amatan langsung moral-politik.com, massa pendemo dari masing-masing Parpol, yang sejak pukul 07.00 Wita telah berkumpul di Sekretariat PPP Belu di Sesekoe. Tepat pukul 09.15 Wita, massa pendemo yang dibawah pimpinan Koordinator Lapangan Wahidin Maring, langsung berarak dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Masing masing pendemo memegang bendera Parpol dan spanduk dan serta dikawal oleh aparat Polres Belu. Setiba di gedung DPRD, massa pendemo langsung berteriak, “DPRD jangan cuci tangan. Pemda Belu dan KPUD Belu tidak boleh tipu masyarakat. DPRD Belu bukan “budaknya” Pemda Belu dan KPUD, tetapi “budaknya” masyarakat!

Wahidin Maring, Korlap Demo Parpol di Belu dari Partai PPP

Untuk itu, sambung kelompok pendemo dengan suara nyaring melengking, DPRD Belu harus segera menggelar sidang untuk memanggil Bupati Belu dan Pimpinan KPUD, agar secepatnya menggelar Pilkada Belu. Pilkada Belu harus digelar. Tidak boleh ditunda!

IMG-20130917-00504

Koordinator Lapangan, Wahidin Maring kepada moral-politik.com mengatakan, bahwa tujuan diadakannya aksi demonstrasi adalah untuk mendesak Bupati Belu agar segera menyerahkan DP4 dari 24 Kecamatan, sehingga Pilkada Belu dapat segera dilakukan pada tahun 2013 ini.

IMG-20130917-00505

“Untuk itu, massa pendemo yang diwakilkan kepada seorang Mahasiswa dari PMKRI Cabang Belu  membacakan 5 tuntutan sikap: 1) Mendukung KPUD Belu untuk melaksanakan Pilkada Belu secara independen pada tahun 2013; 2) Menuntut Pemerintah segera menyerahkan DP4 24 Kecamatan dalam tenggang waktu 2X24 jam; 3) Apabila tidak dilaksanakan, Bupati segera mundur dari jabatan; 4) Atas nama demokrasi, dengan ini kami menuntut DPRD Belu menunda semua agenda sidang 2 dan mengutamakan Pilkada Belu 2013; dan 5) Menuntut penjelasan dan sikap tegas DPRD Belu tentang hasil konsultasi Pilkada antara Pemerintah Belu dan KPUD, serta polemik Pilkada Belu sekarang juga.

Baca Juga :  Mengapa Frans Lebu Raya 'Getol' Bangun Jembatan Palmerah? Ini Kata Andre Koreh!

IMG-20130917-00501

Wahidin mengingatkan, apabila desakan massa pendemo ini tidak didengar, maka massa pendemo akan melakukan aksi yang lebih besar dan akan menyegel DPRD dan Kantor Bupati Belu, serta akan memaksa Bupati segera turun dari jabatannya. (Felix)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button