Home / Populer / 2 Wanita Ini Tangkap Oknum Polres Belu Jual Bensin di Mota’ain

2 Wanita Ini Tangkap Oknum Polres Belu Jual Bensin di Mota’ain

Bagikan Halaman ini

Share Button

wsw

 

moral-politik.com. Atambua – Lagi-lagi berita heboh datangnya dari wilayah Kabupaten Belu, perbatasan Indonesia dengan Timor Leste. Percaya atau tidak, tugas seorang aparat kepolisian yang seharusnya mencari, menangkap dan memproses masyarakat yang bersalah, malah kini justru masyarakat yang mengejar dan menangkap. Aneh tapi nyata.

Adalah  Kepala Unit Buru Sergap (Kanit Buser) Polres Belu, IPTU Soleman Kapitan yang sehari hari dipanggil Man Kapitan mengalami nasib naas. Dimana, Minggu malam (22/9/2013) sekitar pukul 21.30 Wita, Kanit Man Kapitan bersama anak buahnya menggunakan 2 mobil Pick Up warna hitam bernomor polisi DH 7777 MK, dan Kijang warna hitam bernomor polisi B 4533 R, “ditangkap” masyarakat Mota’ain di dusun Sarobon.

Masyarakat menangkap kedua mobil itu karena diduga Kanit Man Kapitan bersama anak buahnya membawa Bensin untuk dijual kepada masyarakat di Mota’ain. Dan bensin itu akan dijual lagi ke Timor Leste, melalui “jalan  tikus”.

Menariknya, justru yang menangkap Kanit Man Kapitan bersama anak buahnya adalah 2 orang ibu bernama Ferdina Viegas dan Ermelinda Do Rosario serta seorang pria bernama Julianus Besin.

Di hadapan para Wartawan, ketiga masyarakat itu membeberkan kronologi “penangkapan” tersebut dengan jujur dan apa adanya.

“Saya, Ermelinda dan Lius Besin, kami tiga ini buntut Man Kapitan dan anak buahnya dari belakang. Dorang pakai oto, kami pakai motor. Sampai di dusun Sarobon situ, dorang mau kasih turun itu bensin dan mau jual ke masyarakat. Kami tiga ini hadir tiba-tiba dan saya pakai senter. Senter itu saya arahkan ke muka Man Kapitan. Terus saya bilang kau ini yang Man Kapitan to? Dia jawab ia. Oooo Man Kapitan sekarang bisnis bensin eeee. Sudah beralih profesi ka? Dia ajak kami tiga mau negosiasi, tapi saya jawab dia bahwa sudah terlambat. Dia minta kami tiga punya nomor HP supaya mau negosiasi, kami tidak kasih. Terus datanglah beberapa Brimob dan Tentara. Brimob dan Tentara itu masih periksa kedua oto, ternyata di dalamnya ada bensin yang sudah diisi jerigen. Lalu Brimob dan Tentara itu bilang mau bawa ke Pos Polisi Mota’ain tapi Man Kapitan tidak mau. Dorang hanya kasih turun 17 jerigen dan lainnya dorang bawa ke Polres Belu di Atambua. Dua mobil itu masing masing terdapat 25 jerigen bensin yang mau dijual Man Kapitan dan anak buahnya ke masyarakat. Ternyata Man Kapitan dan anak buahnya dapat sial,” cerita ketiga masyarakat itu di hadapan Wartawan di depan gedung DPRD Belu, Rabu (25/9/2013). (Felix)

Baca Juga :  Fosil Raksasa ini sebagai bukti ada kera panjang 3 meter

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button