Home / Sport / Ini Keluhan Seorang yang Teraniaya

Ini Keluhan Seorang yang Teraniaya

Bagikan Halaman ini

Share Button

Victor Ngere, korban penganiayaan yang dilakukan oleh Adibu Kore

 

 

 

moral-politik.com. Victor Ngere (20), korban penganiayaan yang dilakukan oleh Adibu Kore, selaku anak dari Komandan Pos (Danpos) Polisi Nenuk di pekuburan Islam, Atambua, Minggu malam (15/9/2013) pukul 19.00 Wita meradang dan menuntut keadilan.

Ketika ditemui  moral-politik.com di rumahnya di Tini, Senin malam (16/9/2013) pukul 18.30 Wita, dirinya  menceritakan kronologis penganiayaan yang menimpa dirinya.

“Teman korban yang bernama Beni Plaituka, datang dan meminjam jaketnya untuk dipakai dan sekaligus bersama korban, Beni mengajaknya untuk bertamu ke rumah temannya di KM 1. Keduanya berjalan kaki. Sesampai di pekuburan Islam, keduanya dicegat oleh pelaku dan kawan-kawannya. Diduga pelaku dan kawan kawannya itu sementara meneguk minuman keras (miras). Tanpa banyak bertanya dan secara tiba-tiba, pelaku bersama ke-5 temannya itu langsung menganiaya Victor Ngere dan Beni Plaituka dengan batu. Pelaku memukul korban dengan batu di pelipis, sehingga korban mengalami luka serius dan pusing-pusing. Sedangkan Beni mengalami luka yang cukup serius di bagian kepalanya,” urainya.

Melihat Victor yang mulai pusing-pusing, Beni Plaituka langsung membujuknya untuk lari dari amukan pelaku. Kemudian, keduanya melapor ke piket Polres Belu dan diterima petugas jaga, Umar dan 3 anak buahnya. Di hadapan piket Polres Belu,  keduanya menceritakan kasus yang menimpa mereka.

“Pak Umar katakan bahwa besok (Senin 16/9/2013 hari ini) tim Buser akan mencari dan menangkap pelaku. Tapi buktinya sampai saat ini, pelaku tidak ditangkap. Pelaku itu merupakan buronan yang tidak tersentuh hukum dan bapaknya adalah seorang Polisi yang menjabat sebagai Danpos Polisi Nenuk. Jangan hanya karena bapaknya seorang Polisi, lantas membela dan melindungi anaknya. Saya minta pelaku harus ditangkap dan diproses hukum!” ungkapnya, sambil mengeluh karena masih pusing-pusing dan pelipis kanannya itu masih diobati serta didampingi oleh orangtua dan saudara saudaranya. (Felix)

Baca Juga :  Pejabat Kota Kupang Diperiksa Kejati NTT

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button