Home / Populer / Ferdi Tanoni: Indonesia-Australia Harus Bentuk Zona Perikanan

Ferdi Tanoni: Indonesia-Australia Harus Bentuk Zona Perikanan

Bagikan Halaman ini

Share Button

ferdi

 

moral-politik.com. Pemerintah Indonesia – Austrlai diminta untuk membentuk zona perikanan bersama di Laut Timor dan Arafura guna mencegah  masuknya nelayan ilegal ke perairan tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan pemerhati masalah Laut Timor Ferdi Tanoni di Kupang, Rabu (18/9).

“Zona perikanan bersama juga bertujuan mencegah penyelundupan manusia ke Australia Pernyataan ini merupakan jawaban dari pandangan Perdana Menteri Australia Tony Abbot selumnya yang ingin melakukan pencegahan terhadap pencari suaka yang akan memasuki negara itu lewat laut,” katanya.

Menurutnya, pandangan yang dikemukakan Perdana Menteri Australia bahwa pihaknya akan membeli  kapal tua dan membayar kepala desa di Indonesia untuk mencegah penyelundupan manusia ke  Australia, bukanlah sebuah ide yang menarik.

Dia mengatakan, pandangan yang dikemukakan Tony Abbott cukup menarik, namun telah memberi  kesan bahwa Australia sudah mengintervensi urusan dalam negeri Indonesia. Pandangan tersebut mungkin positif  bagi Australia, tetapi tidak bagi kita bangsa Indonesia.

“Hal itu justru sudah mengintervensi kedaulatan NKRI. Langkah moderat yang perlu dibangun kedua negara adalah membentuk zona perikanan bersama di Laut Timor dan Arafura,” ujarnya.

Solusi moderat yang dia tawarkan tersebut sangat positif, mudah dan tidak komplikasi untuk diimplementasikan. Ferdi juga pernah menyampaikan gagasan itu sekitar sembilan tahun lalu kepada Pemerintah Australia Utara di Darwin.

“Saya menyarankan Australia membangun Zona Perikanan Bersama dengan Indonesia, agar nelayan  kita (Indonesia) tidak diperlakukan secara sewenang-wenang oleh patroli Angkatan Laut Australia ketika mencari ikan dan biota laut lainnya di Laut Timor,” katanya.

Kata dia, Zona Perikanan Bersama berfungsi sebagai zona penyangga bagi nelayan Australia dan  Indonesia untuk mencari ikan dan biota laut lainnya di wilayah perairan Laut Timor dan  Arafura, sekaligus sebagai benteng utama dalam upaya mencegah masuknya penyelundupan manusia  ke Australia.

Baca Juga :  Ini ucapan Selamat Natal dari Presiden SBY

Selain itu, tambahnya, nelayan kedua negara juga dilengkapi pula dengan teknologi komunikasi  yang canggih serta fasilitas perahu yang lebih modern agar bisa dijadikan sebagai mata dan telinga bagi kedua pemerintahan dalam mecegah masuknya nelayan ilegal dari negara lain serta  penyelundupan manusia ke Australia.

“Mereka dapat memberikan informasi awal atau peringatan dini kepada kedua pemerintahan  tentang gerak-gerik nelayan ilegal dari negara lain yang mencuri ikan dan kekayaan laut lainnya di zona perikanan bersama serta upaya penyelundupan manusia dari Indonesia menuju  Australia,” paparnya.*** AV)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button