Home / Sport / Air PDAM Macet, Warga Kota Kupang Meradang

Air PDAM Macet, Warga Kota Kupang Meradang

Bagikan Halaman ini

Share Button

14
foto: ilustrasi

 

 

moral-politik.com. Saat ini kondisi air di Kota Kupang mulai memprihatinkan, ditandai  Air dari PDAM Kupang mulai tidak terbagi lancer, dan muncul keluhan-keluhan masyarakat.

Yolan (30), warga Jl. Bajawa Kecamatan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang kepadamoral-politik.com, Selasa (10/9/2013) mengatakan, sudah dua pekan air PDAM tidak jalan. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, maka pihaknya harus membeli air seharga Rp 60 ribu per tangki.

“Terpaksa kita beli air tangki dengan harga Rp 60 ribu per tengki,” kata Yolan.

Yolan  mengatakan, diharapkan PDAM Kupang segera menyumplai kembali air bersih ke kawasan warga yang kekurangan air bersih.  Yolan juga menceritakan, setiap tahun, warga setempat mengalami kelangkaan air bersih dari PDAM Kupang. Sehingga mereka terpaksa membeli air tengki. Setiap dua minggu, warga harus membeli air tangki untuk kebutuhan sehari-hari. Ada warga yang memiliki sumur, namun memasuki bulan Oktober sudah kering.

“Memang ada tetangga yang ada sumur tapi tidak bertahan, sekitar bulan Oktober sumur sudah mulai kering,” katanya.

Air tangki yang dibeli ditampung di bak penampungan dan biasanya satu kali diisi bisa bertahan sampai satu minggu tergantung dari pemakaiannya.

Menurut Dia, sumber air di Kupang cukup banyak namun pemerintah tidak memanfaatkan dengan baik. Semestinya, setiap sumber air dikelola dengan baik agar air bisa dinikmati oleh warga. Kota Kupang adalah pusat Ibukota Provinsi NTT, namun kebutuhan utama masyarakat belum terpenuhi yakni air bersih. Karena itu, diharapkan pelayanan air bersih kepada masyarakat jangan dipolitisir agar seluruh warga Kota Kupang dapat menikmati air sesuai dengan kebutuhan.

“Kita harap PDAM, pemerintah dan DPRD jangan politisir pelayanan air bersih di Kota Kupang agar seluruh masyarakat dapat menikmati air bersih sesuai kebutuhan,” harapnya. (richo)

Baca Juga :  Tahun 2013, 29 kasus ditangani PHI Kupang

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button