Home / Populer / Akademisi NTT Tolak Hukuman Mati Wilfrida Soik

Akademisi NTT Tolak Hukuman Mati Wilfrida Soik

Bagikan Halaman ini

Share Button

undana

moral-politk.com, Kota Kupang – Keputusan hukuman mati terhadap Wilfrida Soik Tenaga Kerja Wanita asal Kabupaten Belu, NTT mendapat protes keras dari berbagai pihak. Tidak ketinggalan para akademisi NTT.

Salah satu akademisi dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang secara tegas mengatakan bahwa dirinya dan semua akademisi yang ada di NTT mempunyai pendapat yang sama, yakni menolak hukuman mati terhadap Wilfrida Soik.

“Saya secara pribadi menolak keputusan hukuman mati terhadap Wilfrida, dan saya yakin seluruh akademisi NTT mempunyai pendapat yang sama,” kata Dr. Geradus Uda,M.Pd kepada moral-politik.com saat dijambangi di ruang kerjanya, Senin (30/09/2013).

Hidup dan mati seseorang, menurut dia, berada dalam tangan Tuhan. Untuk itu secara pribadi dirinya sangat menentang keputusan hukuman mati, bukan saja terhadap Wilfrida tapi juga berlaku bagi semua masyarakat dunia.

Untuk memutuskan sebuah perkara, kata dia, seorang Hakim harus menggunakan hati nurani.

“Saya tidak menentang aturan hukum di negara Malaysia, namun dalam mengambil keputusan juga harus didasari asas kemanusian,” ujarnya.

Dosen sekaligus Ketua Program Study (Prody) Bimbingan dan Konseling pada Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang ini meminta pemerintah Malaysia, khususnya para penegak hukum untuk harus menelusuri kasus Wilfrida Soik, sebab dirinya sangat yakin kalau TKW asal NTT itu melakukan pembunuhan karena keadaan terpaksa.

Ia menegaskan, jika pemerintah Malaysia yang memiliki hati nurani maka mereka akan mempertimbangkan kembali keputusan hukuman mati terhadap Wilfrida Soik. (Ikzan)

Baca Juga :  Mengapa Made Jusuf & Ricki Therik terbebas sanksi dari Pemkot Kupang?

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button