Home / Pena_VJB / Anas Ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia, Akan Lebih Kuat dari PD

Anas Ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia, Akan Lebih Kuat dari PD

Bagikan Halaman ini

Share Button

1

 

moral-politik.com. Lama tak muncul di panggung politik, Anas Urbaningrum tidaklah berdiam dalam kesunyian. Mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu segera memimpin sebuah ormas, Perhimpunan Pergerakan Indonesia.

Seakan tak risih dengan status tersangka korupsi yang disandangnya, Anas besok akan meresmikan Rumah Pergerakan, kantor ormas tersebut yang mengambil tempat di kediamannya di Jalan Teluk Semangka, Blok C 9 Nomor 1 Kavling AL, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kepada merdeka.com, Anas menampik menjadi pimpinan ormas tersebut. “(Saya) sebagai warga Pergerakan Indonesia, sama dengan teman-teman yang lain,” kata Anas lewat pesan singkat kemarin.

Dengan gaya merendahnya yang khas, Anas juga mengatakan Rumah Pergerakan hanyalah “tempat kumpul-kumpul. Kantornya Perhimpunan Pergerakan Indonesia.”

Namun demikian, M Rahmad, mantan Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat, menyebut Anas-lah pemimpin ormas tersebut.

“Seluruh kekuatan Anas saat menjadi Ketua Umum Partai Demokrat bergabung dalam ormas ini, ditambah kekuatan-kekuatan lintas ormas, lintas partai dan lintas golongan,” kata Rahmad yang dikenal sebagai loyalis Anas lewat pesan singkat kepada merdeka.com kemarin.

Bahkan, kata Rahmad, “Dari sisi politik, kekuatan Pergerakan Indonesia akan lebih kuat dibanding partai yang pernah dipimpin Anas.”

Meski Anas kini dijerat kasus korupsi, Rahmad sesumbar, Perhimpunan Pergerakan Indonesia akan tampil paling depan dalam pemberantasan korupsi.

“Pergerakan Indonesia tampil paling depan dalam pemberantas korupsi, penegakan hukum, melawan tirani kejahatan politik, dan keberpihakan kepada rakyat kecil,” ujar Rahmad.

Seperti diketahui, Anas mundur dari Partai Demokrat setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka penerima gratifikasi dalam proyek Hambalang. Setelah Anas mundur, kini Partai Demokrat dipimpin oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga merangkap presiden.

Kubu Anas saat ini masih yakin bahwa penetapan tersangka mantan Ketua Umum PB HMI itu adalah pesanan penguasa. Namun, hal ini dibantah, baik oleh KPK maupun pemerintahan SBY.

Baca Juga :  Frans Salem: Rp 16 Miliar untuk Acara Puncak Sail Komodo

Dengan pembentukan ormas ini, apakah perseteruan kubu Anas dan SBY akan terus berlanjut? Kita tunggu saja. (sumber: merdeka.com)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button