Home / Sport / Anggota Poktan Garuda Merasa Diabaikan

Anggota Poktan Garuda Merasa Diabaikan

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

 

 

moral-politik.com. Rote Ndao – Anggota Kelompok tani Garuda di Desa Baadale, Anis Tulle merasa diabaikan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Baadale dalam menyalurkan dana BLM PUAP tahap dua tahun 2013.

Terhadap persoalan itu Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Baadale, Agustinus Tulle  mengungkapkan Anis Tulle sebagai anggota Kelompok Tani Garuda Dua yang dipimpin Daniel Tulle tidak direalisasi Dana Gapoktan berdasar hasil pertimbangan Gapoktan.

Pria yang biasa disapa Tinus ini mengatakan, keluhan Anis Tulle yang mengeluhkan belum tersalurnya dana BLM PUAP Desa Baadale kepada Anis Tulle karena setiap anggota kelompok tani perlu diverifikasi terlebih dahulu dan harus disetujui Gapoktan melalui ketua gapoktan dan tim.

“Untuk anggota penunggu dari Poktan Garuda Dua atas nama Anis Tulle belum layak untuk digulirkan dana BLM PUAP atas pertimbangan dan hasil verifikasi,” katanya.

Disinggung soal alas an pihaknya belum menyalurkan dana BLM PUAP Desa Baadale untuk putaran kedua, Tinus menjalskan, hal itu disebabkan karena sejumlah ketua poktan hingga saat ini belum menyalurkan setoran anggota poktan.

Disebutkannya, sejumlah Poktan yang belum lunasi setoran diantaranya Poktan Garuda Satu, Poktan Garuda Dua, Poktan Mboisan sementara Poktan Tunas Ndudale yang dipimpin Joni Tulle sudah melunasinya.

Dikatakan Tinus, pihaknya telah memberitahukan ke masing-masing poktan yang masih tunggak agar segera menyelesaikan tunggakan yang belum dulunasi namun hingga saat ini belum ditindaklanjuti oleh Poktan.

“Penyaluran dana tahap dua ini terhambat karena masih ada tunggakan yang belum bayar di beberapa Poktan. Bahkan ada ketua kelompok yang belum melunasi pinjamannya. Semestinya ketua Poktan tahu bagaimana mekanisme penyaluran dana BLM PUAP,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Tunas Ndudale, Joni Tulle yang ditemui secara terpisah mengatakan anggota kelompoknya telah mendesak dirinya agar menyampaikan ke Gapoktan supaya dana tahap dua segera digulirkan.

Baca Juga :  Dua alat bukti bawa Daniel Adoe jadi tersangka kasus buku

Menurut Joni, hingga saat ini pihaknya baru menerima dana tahap satu. Pada hal kata Joni, sesuai mekanisme, semestinya mereka sudah bias menerima tahap ketiga.

“Dana bergulir BLM PUAP baru satu kali digulirkan kepada kelompok tani tunas terutama kepada para anggota yang sudah memenuhi syarat. Seharusnya di tahun 2013 ini  sudah memasuki pengguliran dana tahap tiga namun pelaksanaannya oleh Gapoktan lain,” katanya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button