Home / Populer / Atasi Fenomena Kekerasan: Bersihkan Instrumen Negara!

Atasi Fenomena Kekerasan: Bersihkan Instrumen Negara!

Bagikan Halaman ini

Share Button

b

 

moral-politik.com. Jakarta – Belakangan ini, beragam bentuk ekspresi kekerasan kian marak menghiasi permasalahan di negeri ini. Dimulai dari kekerasan antar warga negara (bentrok antar warga), kekerasan yang sifatnya personal (permasalah pribadi), bahkan hingga kekerasan antar instansi negara (aparat polisi dengan tentara). Banyak dari peristiwa kekerasan tersebut yang akhirnya berujung pada hilangnya nyawa manusia.

“Fenomena merebak dan maraknya tindak kekerasan akhir-akhir ini di Indonesia, perlu mendapat sorotan dan penanganan khusus dari negara yang secara penuh melindungi warga negaranya. Perlawanan-perlawanan masyarakat terhadap negara dan alat negara merupakan fenomena lemahnya negara,” tegas Pakar Sosiologi Komunikasi Indonesia, Prof. Dr. Burhan Bungin, kepada moral-politik.com, Minggu (22/9/2013).

Menurut dia, kekekaran yang terjadi akhir-akhir ini sebagai refleksi dari berbagai persoalan yang terjadi di seluruh level struktur masyarakat kita. Kemiskinan di level masyarakat, lanjutnya, yang tidak dapat diatasi oleh pemerintah, namun di level negara korupsi merajalela di mana-mana dan negera gagal mengatasinya. Persoalan ini akhirnya memicu lahirnya anomi (kekacauan) di mana disorder (ketidaktaatan terhadap aturan)  menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

“Saya mengamati masyarakat tidak lagi taat kepada aturan karena melihat negara dan seluruh alat negara  juga berkali-kali menginjak-injak aturan yang dibuatnya sendiri. Saya juga melihat perlawanan-perlawanan masyarakat terhadap negara dan alat negara akhir-akhir ini (pembunuhan, penembakan polisi, perampokan dan sebagainya) merupakan fenomena lemahnya negara dan ketidak-mampunya negara mengatasi persoalan ini,” simpulnya.

Langkah yang harus diambil sebagai solusi atas atas permasalahan di atas, tawarnya, adalah pergantian secara keseluruhan alat-alat negara.

“Negara harus menjadi instrumen yang harus dibersihkan lebih dulu, baru kemudian masyarakat dibersihkan!” tegas Guru Besar Untag ini. (MRL)

Baca Juga :  Ini kegundahan Putri Pilot MH370 kepada Daily Mail

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button