Home / Pena_VJB / Bank NTT Segera Ajukan Proposal Peningkatan Modal Dasar

Bank NTT Segera Ajukan Proposal Peningkatan Modal Dasar

Bagikan Halaman ini

Share Button

12

 

moral-politik.com. Manajemen Bank NTT diminta segera mengajukan proposal kepada para pemegang sahan untuk meningkatkan modal dasar dari Rp1 triliun menjadi Rp 2 atau Rp 3 triliun dan modal disetor dari Rp 578 miliar lebih pada tahun 2012 menjadi Rp 650 sampai Rp 700 miliar pada akhir tahun 2013 sampai 2014 mendatang.

Anggota DPRD NTT,  di Kupang, Rabu (4/9) mengatakan kepada moral-politik.com bahwa   kenaikan Bank Indonesia (BI) Rate dalam kondisi ekonomi yang bergejolak saat ini, tentunya akan berpengaruh pada laju pertumbuhan kredit perbankan. Walau kenaikan BI Rate itu akan membuat kondisi perbankan menjadi lebih sehat, tapi akan menghadapi situasi sulit, karena Bank NTT punya obligasi bank.

Menurutnya, kenaikan BI Rate diproyeksi bakal diikuti kenaikan suku bunga. Sehingga bank-bank termasuk Bank NTT terpaksa harus mengerem ekspansi kreditnya. Padahal pendapatan dari kredit yang disalurkan bank kepada dunia usaha adalah sumber pendapatan yang utama bagi perusahaan bank tersebut.

“Pengajuan proposal kepada pemegang saham harus segera dilakukan karena pada Juli 2011 lalu, bank milik Pemerintah Daerah NTT ini telah menerbitkan obligasi Bank NTT senilai Rp500 miliar,” katanya.

Wakil rakyat asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyatakan, langkah antisipasi melalui  pengajuan proposal kepada pemegang saham itu harus diambil karena pada umumnya bank-bank
yang mempunyai hutang obligasi akan mengalami kesulitan likuiditas.

Hal ini, lanjutnya, terjadi ketika bank harus melunasi hutang obligasinya pada saat jatuh tempo. Untuk itu, harus dibahas lebih serius dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) Bank NTT mendatang.

Lebih lanjut Zainal menyampaikan, Bank NTT seharusnya tidak perlu membagikan 85 persen dari laba bersih dalam bentuk cash dividen (dividen tunai) kepada para pemegang saham. Bank  NTT dapat menawarkan kepada pemegang saham untuk menerima dividen dalam bentuk cash sebesar  30 persen, sedangkan sisanya dibayar dalam bentuk stock dividen atau dividen dalam bentuk  saham.

Baca Juga :  Diduga Polres Belu Akan Bebaskan Penganiaya Romo Okto, Ini Sikap Pastor Paroki!

“Tujuannya untuk menambah modal disetor setiap pemegang saham. Dengan demikian, manajemen Bank NTT akan mendapatkan tambahan modal disetor dari masing-masing pemegang saham sebanding  dengan lembar saham yang dimilikii masing-masing pemegang saham,” paparnya.***(AVI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button