Home / Opini / Bara JP Dagangkan Kaus “Jokowi 2014” dan Laris Manis

Bara JP Dagangkan Kaus “Jokowi 2014” dan Laris Manis

Bagikan Halaman ini

Share Button

22

 

 

moral-politik.com. Besarnya dorongan kepada PDI Perjuangan untuk mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden dijadikan peluang untuk mendulang rupiah dengan cara menjual kaus “Jokowi 2014” dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan yang digelar di Ancol, Jakarta, Jumat (6/9/2013). Sejumlah orang yang menamakan dirinya Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Bara JP-2014) menjajakan kaus tersebut persis di sisi kiri pintu keluar ruang Rakernas.

Ratusan kaus berwarna putih itu disusun rapi, ditumpuk di atas tanah berumput. Satu potong kaus diberi harga Rp 50.000. Mungkin karena momennya tepat, kaus putih dengan gambar siluet wajah Jokowi itu laris manis terjual.

“Lebih dari 50, mungkin sampai 60 yang udah laku,” kata penjual kaus tersebut saat ditemui di lokasi.

Sekretaris Jenderal Bara-JP Ferdi Semaun mengaku mengoordinasi penjualan kaus-kaus tersebut. Saat dijumpai, penjualan kaus merupakan inisiatif Bara-JP dan hasilnya digunakan untuk biaya operasional.

“Jadi, ini gerakan spontan dan swadaya. Banyak yang beli dari pengurus daerah,” tandasnya.

Sebelumnya, kelompok Bara-JP muncul di Rakernas PDI Perjuangan. Tak hanya menjual kaus, Bara JP juga membagikan surat terbuka dan akan menyampaikan surat tersebut kepada Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Salah satu penggagas Bara JP adalah aktor senior Indonesia, Roy Marten.

Ia meyakini, jika Jokowi diusung sebagai capres, pekerjaan PDI Perjuangan akan lebih ringan dalam memenangkan pemilihan umum presiden (pilpres) tahun depan. Alasannya adalah karena figur Jokowi telah dikenal dan memiliki citra yang sangat baik di mata masyarakat.

Dalam surat terbukanya, Bara-JP menyatakan bahwa mereka adalah kaum pro perubahan menuju Indonesia lebih baik. Mereka juga mengaku sebagai kaum golongan putih yang hanya akan menggunakan hak suara dalam pilpres untuk mencoblos Jokowi. Alasan kelompok Bara-JP menjadi golput dan mendukung Jokowi adalah karena keresahan dan kekecewaan mendalam pada nuansa politik serta kepemimpinan saat ini.

Baca Juga :  Najwa Shihab menjawab isu jadi Menteri Sosial

Sampai berita ini diturunkan, kelompok Bara-JP masih tampak di lokasi. Rakernas PDI Perjuangan digelar mulai 6-8 September 2013, di Ecopark Convention Ancol, Jakarta. Agenda utama Rakernas ini adalah konsolidasi menghadapi pemilihan legislatif (pileg) dan pilpres tahun depan. Sebanyak 1.330 kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia hadir dalam Rakernas hari ini. (sumber: kompas.com)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button