Home / Sport / BBM Langka, Mobil Pengangkut Sampah Tak Beroperasi

BBM Langka, Mobil Pengangkut Sampah Tak Beroperasi

Bagikan Halaman ini

Share Button

PETUGAS (1)(2)

 

moral-politik.com. Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao selama tiga hari belakangan selain menyebabkan harga eceran minyak naik, kendaraan pengangkut sampah juga tak beroperasi.

Tenaga kontrak kebersihan kota pada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Rote Ndao, Jodi Oeina yang ditemui moral-politik.com disela-sela kegiatan bakti kebersihan lingkungan di sekitar kantor BLH, Kamis (5/9/2013) mengungkapkan, tiga hari terakhir ini pihaknya tak beroperasi.

Menurutnya, sejak kelangkaan BBM melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao setelah angin kencang menerpa Rote Ndao sejak Senin (2/9) pihaknya tak mengoperasikan kendaraan pengangkut sampah-sampah yang Ba’a dan sekitar areal Perkantoran serta sekolah-sekolah yang ada di pusat ibu kota Kabupaten Rote Ndao.

“Kami tidak mengoperasikan kendaraan untuk mengangkut sampah-sampah yang ada karena akibat BBM langka selama tiga hari belakangan ini,” ujar Jodi

Warga diharapkannya agar memahami kondisi itu. Namun dirinya memastikan, pihaknya akan kembali mengangkut sampah setelah BBM kembali normal.

“Kalau terjadi penumpukan sampah pada bak-bak penampung sampah, kami mengharapkan agar masyarakat memahami karena bukan disengakajak melainkan karena kelangkaan BBM yang sudah tiga hari ini kurang,” katanya.

Untuk itu, Pemkab Rote Ndao melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rote Ndao diharapkannya supaya mengambil inisiatif agar persoalan itu tidak berlamaan.

Sebab dikuatirkannya, bila kelangkaan BBM berlamaan akan menyebabkan terjadinya penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan hal itu dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

“Instansi terkait kami harapkan supaya mengambil tindakan nyata mengatasi persoalan kelangkaan ini seperti lakukan pengawasan peredaran BBM,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rote Ndao, Maks Eduard Lona hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi wartawan.

Baca Juga :  Uskup Domi Beri Apresiasi terhadap Kabupaten Malaka

Pantauan wartawan di sejumlah tempat eceran BBM di Ba’a ibu kota kabupaten Rote Ndao, Kamis (5/9) jumlah pengecer BBM berkurang pasca angkin kencang melanda Rote Ndao sejak Senin (2/9) lalu.

Sedangkan harga eceran BBM jenis bensin yang dijual pengecer alami kenaikan dari sebelumnya Rp.8.000 per botol menjadi Rp.10.000 per botol.

Salah seorang penjual BBM di bilangan Alokama, Kelurahan Mokdale yang dikonfirmasi wartawan mengungkapkan, kenaikan harga BBM disebabkan karena kelangkaan yang melanda wilayah Rote Ndao selama beberapa hari terakhir ini. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button