Home / Sport / Belum Lakukan Kajian, DRPD NTT Tolak Kenaikan Tarif RSUD Kupang

Belum Lakukan Kajian, DRPD NTT Tolak Kenaikan Tarif RSUD Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button

Gab Bire Bina

 

 
moral-politik.com.  Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang belum melakukan kajian yang cukup mendalam terkait rencana kenaikan tarif di RSUD Kupang, akibatnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Timur (NTT) menolak rencana tersebut.

Penolakan terhadap rencana itu disampaikan enam dari tujuh fraksi DPRD NTT dalam sidang paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kenaikan tarif RSUD Johannes Kupang, Senin (2/9/2013). Dari tujuh Fraksi tersebut hanya, satu fraksi yakni Hanura yang menyetujui kenaikan tarif tersebut.

“Kenaikan ini akan memberatkan masyarakat miskin yang tidak ter-cover Jamkesmas dan Jamkesda,” kata Ketua Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) DPRD NTT, Gabriel Beribina dalam pandangan fraksinya.

Menurut dia, masih sekitar sembilan persen pasien yang dilayani RSUD Johannes tidak ter-cover Jamkesmas dan Jamkesda. Karena itu, katanya, perlu adanya kajian lebih detail tentang jasa sarana dan jasa pelayanan yang berkaitan dengan kenaikan tarif rumah sakit itu.

“Kami berpendapat Ranperda tentang Tarif Pelayanan Kesehatan Kelas III RSUD Johannes ditunda penetapannya,” katanya.

Selain Gerindra, lima Fraksi DPRD NTT lainnya yakni Golkar, PDIP, Demokrat, Fraksi Gabungan Abdi Flobamora dan Fraksi Gabungan NTT Sejahtera juga menolak rencana kenaikan tarif RSUD Johannes Kupang tersebut. Hanya Fraksi Hanura yang dengan tegas menyatakan menerima Ranperda kenaikan tarif tersebut.

Kelima Fraksi ini menyatakan pendapat untuk dibahas lebih mendalam dengan melakukan kajian yang komprehensif, sebelum tarifnya dinaikan.

“Kami minta agar rencana kenaikan tarif  ini dikaji lebih mendalam lagi,” kata Ketua Fraksi Demokrat, Benyamin Wodon.

Wakil Direktur RSUD Johannes Kupang, Dr Yudith Kota mengatakan pihaknya mengusulkan kenaikan tarif RSUD karena beban biaya RSUD mengalami peningkatan, sehingga subsidi pemerintah semakin besar.

Baca Juga :  Yanuardy Poyck: Jadilah Pemimpin Bijak untuk NTT

“Tarif RSUD sejak tahun 2006 hingga 2013 belum pernah dinaikan,” katanya.

Usulan kenaikan tarif, yakni rawat inap untuk kelas III dari Rp 35 ribu menjadi Rp 75 ribu per harinya, sehingga bisa menutupi unit cost-nya sebesar Rp 61 ribu per harinya. Tarif lainnya yang juga diusulkan naik yakni pemeriksaan laboratorium hingga Rp 60 ribu untuk tarif jasa, dari sebelumnya antara Rp 12 ribu hingga Rp 48 ribu. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button