Home / Populer / Catatan Kritis VJB Usai Disambangi YLH

Catatan Kritis VJB Usai Disambangi YLH

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

 

moral-politik.com. Kota Kupang – Sebagaimana Universitas lainnya di dunia, semuanya beranjak dari visi, atau pandangan ke depan tentang sesuatu yang ingin diraih.

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang adalah universitas negeri kebanggaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berlokasi di Kota Kupang, Ibukota Provinsi NTT pun memiliki visi, yaitu “Perguruan Tinggi Berwawasan Global (global oriented university)”.

Untuk melaksanakan visi di atas, Undana punya empat misi, diantaranya mewujudkan pendidikan tinggi bermutu, relevan dan berdaya saing.

Selain itu, Undana juga punya sasaran strategik, dan strategi pencapaian.

Keempat elemen strategik di atas merupakan landasan pijak yang mesti dipahami sebaik-baiknya oleh manajemen Undana, mulai dari Rektor, Dosen hingga Pegawai Tata Usaha.

Itu berarti, untuk mewujudnyatakannya tidak hanya cukup dengan memiliki seorang rektor yang semasa kuliahnya berhasil lulus Suma Cumlaude, menguasai sejumlah bahasa asing, penulis buku terlaris, pembicara yang dikejar-kejar dalam setiap seminar atau forum ilmiah lainnya.

Lalu apa yang dibutuhkan sebuah Universitas, terutama oleh Undana?

Profesor Yusuf Leonard Henuk (YLH), salah satu Calon Rektor Undana periode 2013-2017 ketika menyambangi kantor redaksi moral-politik.com, Sabtu (21/09/2013) memuntahkan semuanya secara terurai apik.

Dengan gayanya yang “malas tahu”, penulis buku I am a writer and a leader from Undana itu menuturkan, bahwa visi, misi dan sasaran strategiknya sama dengan semasa kepemimpinan rektor kini Profesor Frans Umbu Data, karena prinsipnya adalah melanjutkan kepemimpinan dengan penyesuaian-penyesuaian kebijakan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman (konsekuensi berwawasan global), terutama tren kebijakan pembangunan di Provinsi NTT karena memang dituntut juga untuk memiliki kebijakan kearifan lokal. Sedangkan yang ingin dijualnya saat pemaparan visi dan misi pada, Senin (23/09/2013) adalah Kebijakan Utama yang terdiri dari 17 poin.

Baca Juga :  Di Rutan, Anas belajar menulis kuliner

Satu dari ke-17 poin itu adalah “peningkatan mutu dan relevansi pendidikan yang berdaya saing internasional. Dalam kerangka itu, dirinya memiliki 10 Program Strategis, diantaranya pemberdayaan prode dan peningkatan akreditasi, peningkatan internasionalisasi pendidikan, pendidikan mutu dan relevansi pendidikan dalam PBM, dan penyelenggaraan pendidikan dengan indikator kinerjanya adalah tersedianya Rumah Sakit Pendidikan, tersedianya klinik/RSH dan sekolah lab, dan penyelenggaraan sertifikasi guru dan percepatan pendidikan profesi guru.

Patut diapresiasi bahwa model kebijakan utamanya sangat apresiatif oleh karena telah ada Fakultas Kedokteran tetapi belum memiliki Rumah Sakit Pendidikan, sehingga mendampak pada permasalahan praktik bagi mahasiswa kedokteran Undana Kupang. Selain itu, tuntutan akan peningkatan akreditasi sudah saatnya diperjuangkan agar tidak mengalami kendala dalam pelbagai proses belajar mengajar, dan setidaknya menjadi salah satu indikator penentu kualitas output Undana Kupang.

Di bibir sua, YLH meminta nasihat untuk melengkapi visi, misi dan sasaran strategiknya dalam rangka pengembangan Undana periode 2013 – 2017, lebih-lebih jika Tuhan berkenan memilihnya menjadi Rektor.

Bagi saya, ada satu pikiran sederhana yaitu, selama Undana Kupang memosisikan dirinya sebagai Pohon Gamal (seperti yang menghijau di semua kompleks Undana) maka tanah di sekitarnya akan kurus dan kering kerontang, sehingga tidak tersedia kehidupan bagi yang lainnya. Tapi jika Undana memosisikan dirinya sebagai Pohon Cendana (sebagaimana layak namanya), maka aroma harum cendana akan menyebar merata hingga ke belahan dunia manapun.

Penulis: Vincentcius Jeskial Boekan (vjb)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button