Home / Populer / Cegah Nelayan Ilegal, Indonesia-Australia Bentuk Zona Perikanan

Cegah Nelayan Ilegal, Indonesia-Australia Bentuk Zona Perikanan

Bagikan Halaman ini

Share Button

foto feri tanoni

 

 

 
moral-politik.com.  Kota Kupang – Upaya pemerintah Indonesia untuk mencegah masuknya nelayan ilegal ke perairan Indonensia dan Australia, maka pemeritah Indonesia dan pemerintah Australia membentuk zona perikanan.

Ferdi Tanoni, salah satu tokoh pemerhati masalah Laut Timor, Sabtu (21/9/2013) kepada moral-politik.com mengatakan, Pemerntah Indonesia dan Australia membentuk zona perikanan bersama di Laut Timor dan Arafura untuk mencegah masuknya nelayan ilegal ke perairan tersebut. Zona perikanan bersama juga bertujuan mencegah penyelundupan manusia ke Australia.

Dia mengatakan, pernyataan ini merupakan jawaban dari pandangan Perdana Menteri Australia Tony Abbot sebelumnya yang ingin melakukan pencegahan terhadap pencari suaka, yang akan memasuki negara itu lewat laut.

“Pandangan yang dikemukakan Perdana Menteri Australia bahwa pihaknya akan membeli kapal tua dan membayar kepala desa di Indonesia untuk mencegah penyelundupan manusia ke Australia, bukanlah sebuah ide yang menarik,” kata Tanoni.

Tanoni mengatakan, pandangan yang dikemukakan Tony Abbott cukup menarik, namun telah memberi kesan bahwa Australia sudah mengintervensi urusan dalam negeri Indonesia.

“Pandangan tersebut mungkin positif bagi Australia, tetapi tidak bagi kita bangsa Indonesia. Hal itu justru sudah mengintervensi kedaulatan NKRI. Langkah moderat yang perlu dibangun kedua negara adalah membentuk zona perikanan bersama di Laut Timor dan Arafura,” paparnya.

Menurutnya, solusi moderat yang ditawarkan tersebut sangat positif, mudah dan tidak komplikasi untuk diimplementasikan. Ferdi pernah menyampaikan gagasan itu sekitar sembilan tahun lalu kepada Pemerintah Australia Utara di Darwin.

“Saya menyarankan Australia membangun Zona Perikanan Bersama dengan Indonesia, agar nelayan kita (Indonesia) tidak diperlakukan secara sewenang-wenang oleh patroli Angkatan Laut Australia ketika mencari ikan dan biota laut lainnya di Laut Timor,” katanya.

Baca Juga :  Siapa unggul di hasil 3 survei ternama Pilkada DKI 2017?

Zona Perikanan Bersama, lanjutnya, berfungsi sebagai zona penyangga bagi nelayan Australia dan Indonesia untuk mencari ikan dan biota laut lainnya di wilayah perairan Laut Timor dan Arafura, sekaligus sebagai benteng utama dalam upaya mencegah masuknya penyelundupan manusia ke Australia.

Tanoni menambahkan, nelayan kedua negara juga dilengkapi pula dengan teknologi komunikasi yang canggih serta fasilitas perahu yang lebih modern agar bisa dijadikan sebagai mata dan telinga bagi kedua pemerintahan dalam mecegah masuknya nelayan ilegal dari negara lain, serta penyelundupan manusia ke Australia.

“Mereka dapat memberikan informasi awal atau peringatan dini kepada kedua pemerintahan tentang gerak-gerik nelayan ilegal dari negara lain yang mencuri ikan, dan kekayaan laut lainnya di zona perikanan bersama, serta upaya penyelundupan manusia dari Indonesia menuju Australia,” kata Tanoni.  (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button