Home / Sport / Dana “Lakamola” Tak Dirasakan Masyarakat

Dana “Lakamola” Tak Dirasakan Masyarakat

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

 

moral-politik.com. Rote NdaoGerakan Lakamola Anansio yang digagas Pemerintah Kabupaten Rote Ndao di bawah kepemimpinan Bupati Rote Ndao, Leonard Haning dan wakil Bupati, Marthen L. Saek patut diberi apresiasi.

Melalui gerakan itu, Pemkab Rote Ndao menggelontorkan anggaran puluhan juta rupiah ke setiap desa dan kelurahan untuk perluasan lahan pertanian guna meningkatkan produksi, namun fakta mengatakan hal yang sebaliknya.

Sebab realita yang terjadi di desa dan kelurahan, dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rote Ndao itu tidak dikelola secara baik saat tiba di desa.

Di desa Baadale, Kecamatan Lobalain, misalnya, kegiatan lakamola anansio dianggap gagal sebab tidak berkontribusi positif bagi peningkatan pendapatan masyarakat.

Hal ini disampaikan salah seorang tokoh masyarakat asal desa itu kepada wartawan di Baadale, Kamis (19/9).

“Fakta menunjukan jelas dan benar bahwa dari desa Baadale terdapat lima areal lahan lakamola namun hingga tahun 2013 ini hanya satu dusun lakamola yang berhasil dan empat lahan yang ada pada empat dusun lainnya di Baadale mubaair dan diterlantarkan. Bagaimana kita berbicara mengenai program Lakamola Anan Sio yang dananya terus mengalir namun pelaksanaannya tidak merata,” ungkap warga yang enggan menyebutkan namanya itu.

Untuk efektivitas pelaksanaan program itu serta meminimalisir dalam terjadinya penyimpangan dalam penggunaan dana itu, semestinya pemerintah lakukan evaluasi dan monitoring secara rutin.

“ Kalau dana Lakamola Anan Sio untuk mengelolah lahan guna peningkatan hasil pertanian dan kelautan penggunaannya harus sesuai. Pemerintah harus terus evaluasi dan pantau,” tandasnya.

Hal senada diungkapkan Tokoh Masyarakat Kelurahan Metina, Keneng Haji Gani mengatakan program lakamola anansio yang dilaksanakan pada kelurahan itu belum menyentuh kehidupan warga.

Baca Juga :  Pastor Paul Selamatkan 5 Orang TKW Ilegal

Di Kelurahan itu kata Keneng, sebagian besar warga berprofesi sebagai nelayan namun suntikan anggaran tersebut tak semuanya menyentuh masyarakat.

“Pemerintah seharusnya mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan setiap program yang dilaksanakan.Hal ini dimaksudkan agaranggaran miliaran rupiah yang disalurkan tidak sia-sia,” ujarnya.

Terhadap persoalan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Rote Ndao, Ir. Markus Ledoh yang ditemui wartawan di ruang kerjanya mengatakan, dalam ta.2013 Pemkab Rote Ndao menggelontorkan dana sebesarRp 4 miliar untuk kegiatan lakamola anansioa di 89 Desa dan Kelurahan yang tersebar pada 10 kecematan di Kabupaten Rote Ndao.

“Setiap desa dan kelurahan mendapatkan dana lakamola anansio sebesar Rp50 Juta,”ujarnya.

Kegagalan pelaksanaan program itu di tengah masyarakat kata Markus, merupakan kelalaian masyarakat. Menurut Markus, semestinya masyarakat membuat perencanaan yang jelas dan berpartisipasi secara aktif dalam memanfaatkan dana itu.

Sebab menurutnya, anggaran tersebut digelontorkan untuk meningkatkan pendapatan demi perbaikan taraf hidup masyarakat.

“Kalau masyarakat tidak kelolah lahan untuk peningkatan ekonomi sedangkan dananya diterima maka tidak ada wujud tanggung jawab sebagai pengelolah lahan lakamola sehingga kedepannya perlu dipertimbangkan kembali,” kata Markus. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button