Home / Sport / Distanbud Segera Panggil Pengurus Poktan

Distanbud Segera Panggil Pengurus Poktan

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

 

moral-politik.com. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pertanian, Perkebunan, Kehutanan dan Holtikultura segera lakukan pemanggilan terhadap pengurus kelompok tani di Desa Oelunggu, Kecamatan Lobalain.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Rote Ndao Markus Ledoh kepada moral-politik.com di ruang kerjanya, Jumat (13/9/2013).

Pemanggilan itu kata Maks, menindaklanjuti keluhan warga soal ulah salah seorang anggota kelompo tani di desa itu, Adrianus Letek yang menjual satu unit traktor bantuan Pemkab Rote Ndao tanpa sepegetahuan pihaknya.

“Dalam waktu dekat ini kami akan menindaklanjutinya dengan melakukan klarifikasi secara langsung soal kebenaran informasi ini sebab itu menyimpang karena traktor tersebut semestinya digunakan dalam kelompok bukan untuk dijual demi kepentingan pribadi,” tandasnya.

Tindakan Adrianus Letek yang menjual traktor itu lanjutnya merupakan salah satu upaya untuk menghambat program kerja Pemkab Rote Ndao dalam meningkatkan produksi pertanian.

“Seharusnya dipergunakan untuk mengelola lahan-lahan pertanian masyarakat sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian bukan untuk dijadikan milik individu. Memperjual belikan aset negara untuk kepentingan pribadi itu salah,” tegasnya.

Sebelumnya, salah seorang anggota kelompok tani di Desa Oelunggu diduga menjual traktor bantuan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Rote Ndao tanpa sepengetahuan anggota kelompok maupun dinas pertanian.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, traktor bermerek Nyamar G.1000 rangka Bromo X warna merah saat ini telah menjadi milik salah seorang warga Dusun Batukamba, Desa Oelunggu yang diduga dibeli dari Adrianus Letek.

“Traktor bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao itu, saat sudah tidak ada di Adrianus Letek karena sudah menjadi milik pribadi salah satu warga di Dusun Batukamba,”ungkap salah seorang warga di desa itu yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui wartawan di kediamannya, belum lama ini.

Baca Juga :  Agus Sudarsono: Saya Tulus Maafkan “7 Oknum TNI-AL” Pengeroyok

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Desa Oelunggu, Deny Kila Bulan saat ditemui di kediamannya mengaku tak tahu menahu traktor bantuan  Distan tahun 2008 lalu tersebut.

Sebelum traktor itu berpindah tangan lanjutnya, inventaris milik negara tersebut sempat dipinjamkan oleh anggota kelompoknya atas nama Adrianus Letek namun tak pernah mengembalikannya.

“Traktor itu kami peroleh saat saya menjabat sebagai ketua kelompok. Setelah mendapatkan traktor, kami hanya gunakannya satu musim tanam saja karena selanjutnya digunakan dikuasai penuh oleh Adrianus Letek sejak tahun 2008 hingga tahun 2013 untuk mengelolah lahan pertaniannya yang dukuasakan kepada seorang penggarap,” ungkap Deny.

Sedangkan, Kepala Desa Oelunggu, Adrianus Tulle yang ditemui secara terpisah di kediamanya mengatakan, selaku aparatur pemerintah di Desa Oelunggu, pihaknya tak tahu menahu soal satu unit traktor merek Nyamar G.1000 rangka Bromo X yang diusulkan warga Desa oelunggu pada Tahun 2008 lalu. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button