Home / Sport / dr Lau Fabianus Siap Ajukan Kasasi

dr Lau Fabianus Siap Ajukan Kasasi

Bagikan Halaman ini

Share Button

ambulance

foto: ilustrasi

 

 

moral-politik.com. dr. Lau Fabianus, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, terpidana dalam kasus dugaan korupsi pengadaan empat unit mobil ambulance pada Dinas Kesehatan Kabupaten Belu tahun anggaran 2007 sebesar Rp 757 juta, melalui kausa hukumnya Helio Araujo menyatakan siap menyatakan kasasi ke Mahkama Agung (MA).

Helio Araujo kepada moral-politik.com di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (17/9/2013) mengatakan, dr. Lau Fabianus menyatakan siap mengajukan kasasi ke MA RI terkait putusan banding yang telah diterima dirinya, pada Selasa (17/9/2013) dari Pengadilan Tipikor Kupang.

Dia menjelaskan, terpidana melalui dirinya mengajukan banding ke MA RI dengan alasan bahwa dalam kasus dugaan korupsi itu tidak ditemukan adanya kerugian negara, sehingga dirinya siap menyatakan kasasi.

Dalam putusan banding, katanya, yang diterima dari Pengadilan Tipikor Kupang menyatakan bahwa memperkuat putusan Pengadilan Tipikor Kupang, yang menjatuhkan pidana penjara kepada terpidana selama 3 tahun 2 bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang beberapa waktu lalu.

Selain itu, dalam putusan banding itu menyatakan  bahwa terdakwa tetap ditahan dan tetap berada dalam tahanan untuk menjalani masa tahanannya sesuai dengan putusan tersebut. Terdakwa juga, sambungnya, diwajibkan membayar denda sebesar Rp 10 ribu. Putusan itu juga menyatakan menguatkan putusan pengadilan Tipikor upang beberapa waktu lalu yang dibacakan majelis hakim Tipikor.

Sebelumnya, mantan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) kabupaten Belu, dr. Lau Fabianus divonis hukuman penjara selama tiga tahun dan dua bulan oleh majelis hakim karena terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yakni selama empat tahun dan enam bulan.

Mantan Kadiskes Belu ini divonis bersalah bersama dengan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), Yeswelda Mali. Majelis hakim dalam putusannya mengatakan, terdakwa, Lau Fabianus telah menyalahgunakan kewenangannya berkolusi untuk memenangkan kontraktor pelaksana, CV Mercusuar sehingga membuat kontraktor pelaksana ini mendapat keuntungan sebesar Rp 62.677.000.

Baca Juga :  Perbaikan Gizi Balita Butuh Gerakan Cepat dan Serius

Menurut majelis hakim, Lau Fabianus dan Yeswelda tidak memenuhi dakwaan primair yakni perbuatan melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain yang satu korporasi seperti dalam pasal 2 UU tipikor juncto pasal 18, pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Dan, hanya melanggar dakwaan subsidair yakni pasal 3 UU tipikor yakni setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara. (richo)

Pencarian Terkait:

  • fabianus lau

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button