Home / Pena_VJB / Dugaan Korupsi Bansos Pemprov Jateng 2012 Diselidiki Polisi

Dugaan Korupsi Bansos Pemprov Jateng 2012 Diselidiki Polisi

Bagikan Halaman ini

Share Button

43

 

 

moral-politik.com. Kepolisian Resor Kota Besar Semarang menyelidiki dugaan penyalahgunaan bantuan sosial (Bansos) Provinsi Jawa Tengah 2012. Untuk memperkuat dugaan tersebut, polisi sudah memeriksa puluhan penerima bansos tersebut.

“Pemeriksaan untuk mengetahui kronologi dan mekanisme penerimaan bansos,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes AKBP Haryo Sugihartono di Semarang seperti dikutip Antara, Minggu (8/9).

Menurut Haryo, adanya perubahan aturan tentang mekanisme penyaluran bansos sehingga banyak hal yang perlu didalami.

“Penelusuran ini tidak lepas dari terungkapnya kasus penyimpangan Bansos yang saat ini sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Semarang,” kata dia.

Haryo menuturkan, jika dalam penelusuran ini terbukti terjadi penyimpangan maka akan diproses hukum. Termasuk, kata dia, jika ada yang berupaya mengembalikan dana bansos yang sudah diterima.

“Meski mengembalikan dana, tidak akan menghapus unsur pidana yang dilakukan,” katanya.

Sebelumnya, ada dugaan penyelewengan dana bansos tahun 2012 sebesar Rp 65 miliar menjelang Pilgub Jateng Mei 2013.

Berikut beberapa kejanggalan proses penerimaan bansos 2012 yang diduga diselewengkan berdasarkan data yang dihimpun merdeka.com:

1. Sekretariat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) yang tidak jelas keberadaan dan badan hukumnya menerima Rp 1,3 miliar, Karang Taruna Provinsi Jawa Tengah yang hanya beranggotakan empat orang mendapat Rp 800 juta.

2. Persatuan Pecinta Olah Raga Jawa Tengah mendapat Rp 500 juta. Semua organisasi penerima itu, ketika dicek ke Dinas Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Jawa Tengah tidak terdaftar.

3. LSM Dinamis Jateng yang tertera bermarkas Jl Kertanegara VI No 49 50, ternyata alamat itu rumah kos, Aliansi Mahasiswa Antikorupsi (Aman) yang tertulis berkantor di Jl Pleburan Raya 41, ketika dicek hanya bekas rumah kos.

Baca Juga :  DPRD Kota Kupang Soroti Pajak Kebersihan Tak Sesuai Ketetapan

4. Ditemukan 132 lembaga yang tidak jelas, dan mendapat hibah sekitar Rp 20 juta, atau total mencapai Rp 2,64 miliar.

5. Ditemukan anggaran yang janggal untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP/SMPLB, karena tanpa alamat yg jelas, senilai Rp 43,9 miliar. Disinyalir penyaluran hibah dan bansos tidak tepat sasaran ini dilakukan untuk menggalang dukungan politik menjelang PilGub Jateng, 2013.

6. Lain lagi dengan komunitas sastra Hysteria, yang terdaftar penerima pada 2012. Namun, komunitas itu hanya pernah mengajukan bantuan pada 2010.

7. Ormas Cakra Bangsa menerima Rp 300 juta, Kokam Banjar Rp 400 juta. Salah satu penerima yakni panitia penanaman mangrove biru langit di Jalan Truntum IV No 1 adalah jasa servise elektronik.

8. Temuan yang juga diduga menyimpang adalah, penyaluran Bansos untuk LKP Toety Production, penyelenggara kursus tari dan sanggar senam, lembaga yang bukan organisasi masyarakat itu menerima bantuan Rp 100 juta yg jelas melanggar syarat dan ketentuan penerima hibah.

9. KNPI Jateng yang dipimpin kader PDI Perjuangan Jateng, yg menjadi anggota Komisi C, DPRD, C Novita Wijayanti menerima Rp 11,2 Miliar.

10. Karang Taruna yang dipimpin anggota DPRD Jateng, Slamet Efendi, juga menerima sekitar Rp 800 juta.

11. PKK Jateng yang dipimpin istri Gubernur Jateng, Bibit Waluyo, mendapat gelontoran dana Rp 1 miliar.

12. Organisasi yang dipimpin walikota Semarang Soemarmo (korupsi) dan wakil wali kota Semarang pun turut mendapat bantuan ratusan juta rupiah.

13. Singotoro Jeep Club yang beralamat di rumah dinas Sekda Jateng, Hadi Prabowo, Jl Dokter Wahidin 40, Kota Semarang, juga menerima bantuan.

14. Anehnya Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) hanya Rp 80 juta, Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) hanya Rp 47,5 juta, juga Wayang Orang Panggung yang cuma mendapatkan dana sebesar Rp 20 juta.

Baca Juga :  Manajemen RSUD Johanes Bakal Naikan Tarif

15. Sangat berbeda jauh dengan yang sudah disebutkan sebelumnya, dana untuk tempat ibadah juga njomplang. Yayasan Sam Phoo Kong mendapat Rp 10 miliar, untuk Masjid Agung JaTeng hanya Rp 1 miliar. (sumber: merdeka.com)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button