Home / Sport / Dunia Menguji Martabat Kemanusiaan Malaysia

Dunia Menguji Martabat Kemanusiaan Malaysia

Bagikan Halaman ini

Share Button

Beri Sambutan (2)(2)

 

 

 

moral-politik.com. Kota Kupang – Liby SinlaeloE, salah satu aktifis Rumah Perempuan Kota Kupang menilai Wilfrida Soik, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Belu tidak pantas mendapatkan hukuman mati dari Pemerintah Malaysia atas dugaan pembunuhan terhadap majikan perempuannya di Malaysia.

Liby mengatakan itu kepada moral-politik.com, Rabu (25/9/2013).

Dia menilai hukuman mati tidak sepantasnya didapatkan Wilfrida karena dirinya merupakan korban traficcing oleh instansi yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, katanya, Wilfrida itu adalah anak yang masih di bawah umur. Hal ini sangat tidak masuk akal, tambahnya, jika Pemerintah Malaysia tetap bersikokoh dengan penjatuhan hukuman mati terhadap Wilfrida.

Sebab, menurutnya, kesalahan yang diduga dilakukan Wilfrida tidak semestinya mendapatkan hukuman demikian. Apalagi dirinya  tidak sengaja melakukannya, hanya  karena merasa terancam akibat sering dianiaya oleh majikannya itu.

“Masih ada jalan keluar lain, dan kemungkinan jika terbukti bersalah masih ada hukuman lainnya bukan dengan cara menjatuhkan hukuman mati.

Bagi dia, kini dunia sedang menguji martabat kemanusiaan pemerintah Malaysia yang selama ini mengagung-agungkan dirinya sebagai bangsa beradab dan sangat menghormati Hak Azasi Manusia, ketimbang bangsa dan negara Indonesia itu sendiri. (richo)

Baca Juga :  Pemkot Kupang anggarkan Rp 750 juta santunan kematian

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button