Home / Populer / Frans Sukmaniara: Nyawa Tak Harus Dibayar Nyawa

Frans Sukmaniara: Nyawa Tak Harus Dibayar Nyawa

Bagikan Halaman ini

Share Button

engki

moral-politik.com, Jakarta – Kasus hukum yang menimpa Wilfrida gadis asal Belu, Nusa Tenggara Timur, menyedot perhatian banyak orang. Wilfrida bukanlah satu-satunya Tenaga Kerja Indonesia yang terjerat hukuman mati. Namun berkat dukungan semua warga Indonesia beberapa orang yang pernah mengalami nasib serupa berhasil diselamatkan.

“Saya pikir, nyawa tak harus dibayar dengan nyawa. Kalau itu yang dilakukan, maka rasa kemanusiaan di dunia ini semakin tergerus”, kata anggota Forum Komunikasi Alumni Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (Forkoma PMKRI), Fransiskus Sukmaniara kepada moral-politik.com, Senin malam (30/9/2013), di Jakarta.

Menurut Mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang 15 tahun silam ini, krisis rasa kemanusiaan di dunia saat ini sudah semakin tergerus. Kedudukan hukum menjadi segala-galanya ketimbang rasa persaudaraan dan kemanusiaan sesama manusia.

“Kasus yang dialami Wilfrida bukan satu-satunya kasus yang menimpa tenaga kerja kita, ada banyak kasus yang terjadi selama ini, namun setelah dilakukan upaya negosiasi antar negara, pelaku berhasil dibebaskan dari ancaman hukuman mati”, tandas Ketua DPC Partai Demkorat, Kabupaten Manggarai Barat ini.

Lebih lanjut Sukmaniara mengatakan, dalam kurun waktu satu setengah bulan ke depan, pihak-pihak memiliki akses langsung dengan pemerintah Malaysia melakukan negosiasi kemanusiaan, bukan negosiasi hukum, sehingga nyawa tak harus dibayar nyawa. (MRL)

Baca Juga :  Ada aliran dana dari pengembang reklamasi ke "Teman Ahok"

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button