Home / Pena_VJB / Fredrik Benu: Jangan Pandang Lahan Kering Sebagai Bencana Bagi NTT

Fredrik Benu: Jangan Pandang Lahan Kering Sebagai Bencana Bagi NTT

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

 

moral-politik.com. Guru besar Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana, Fredrik L Benu mengatakan, keberadaan lahan kering di Nusa Tenggara Timur (NTT) jangan dipandang sebagai bencana bagi rakyat daerah itu.

“Lahan kering harus dilihat sebagai anugerah dan potensi yang bisa disumbangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di provinsi kepulauan itu,” kata Fredrik Benu dalam launching dan bedah buku “Revisitasi Lahan Kering,” di Kupang, Selasa (10/9/2013).

Buku karya Fredrik Benu dan I Wayan  Mudita itu lebih fokus mengupas tentang lahan kering dan bagaimana lahan kering ini bisa dikelolah agar dapat memberi manfaat bagi kesejahtraan masyarakat, khususnya di NTT.

“Buku ini, ingin menegaskan kepada kita semua bahwa, lahan kering yang selama ini menjadi persoalan bagi daerah ini, sesungguhnya jika dikelolah dengan baik, maka akan memberi manfaat bagi kemajuan bersama,” paparnya.

Menurut dia, hal penting yang harus dilakukan adalah bagaimana para pengambil kebijakan memberikan perhatian lebih pada pembangunan di lahan kering.

Dia menambahkan, pembangunan irigasi atau embung-embung, misalnya, bisa menjadi sumber air untuk menggarap lahan kering yang ada di daerah ini, serta menyiapkan sumber daya manusia (SDM), yang memiliki pengetahuan tentang pengolahan lahan kering.

“Artinya, lahan kering jangan dilihat sebagai bencana, tetapi bagaimana mengelolah lahan kering yang ada, sehingga bisa memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat di daerah ini,” ungkap Fredrik Benu.

Hal hampir senada disampaikan dosen Fakultas Pertanian Undana, Wayan Mudita bahwa NTT selalu disebut sebagai daerah yang kering dan tandus karena sebagian lahannya adalah lahan kering, mestinya mensyukurinya.

Lahan kering, kata dia, telah membuat NTT menjadi terkenal sebagai daerah penghasil kayu cendana.

“Kalau bukan karena lahan kering, cendana tidak mungkin tumbuh di NTT!” tandas I. Wayan Mudita.*** (AVI)

Baca Juga :  Gunung Hobalt di NTT Meletus, BPBD Kirim Tim Pantau

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button