Home / Opini / Gadis 8 Tahun Dipaksa Kawin, Meninggal pada Malam Pengantin

Gadis 8 Tahun Dipaksa Kawin, Meninggal pada Malam Pengantin

Bagikan Halaman ini

Share Button

ww

 

 

moral-politik.com. Pernikahan dini sangat tidak dianjurkan, apalagi jika pengantin perempuan sangat jauh di bawah umur. Sebab pernikahan dini bisa berdampak fatal pada kesehatan perempuan, bahkan bisa mengakibatkan hilangnya nyawa. Seperti yang dialami anak perempuan 8 tahun ini.

Sebut saja nama gadis kecil itu Rawan, dipaksa menikah dengan seorang pria yang umurnya lima kali lipat dari usianya. Pada saat malam pertama, Rawan mengalami pendarahan internal yang parah. Bocah asal Yaman itu tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal.

Dikutip dari Daily Mail, Jumat (13/9/2013), gadis ini meninggal di daerah barat laut Yaman Hardh, yang berbatasan dengan Saudi Arabia.

Kematian pengantin yang masih sangat muda itu memancing rasa marah banyak orang, karena hal ini dirasa tidak seharusnya terjadi. Apalagi pengantin wanita masih terlalu kecil dan harus menikah dengan pria yang sudah berumur.

Di blognya, seorang blogger menyamakan pengantin laki-laki tersebut dengan binatang yang pantas untuk dihukum atas tindak kriminal yang dilakukannya. Ia juga menambahkan bahwa orang lain yang juga berperan dalam pernikahan tersebut seharusnya juga ikut dihukum.

Blogger lainnya yang bernama Omar, menuliskan, “Anggota keluarga Rawan bukanlah manusia. Mereka tidak berhak memiliki anak.”

Selain itu, blogger yang dipanggil Sad, menuliskan, “Keluarga dan pengantin prianya seharusnya bisa menunggu lebih lama lagi untuk melaksanakan pernikahan ini. Itu tidaklah adil sama sekali dan pernikahan seharusnya tidak terjadi meskipun beberapa suku percaya itu adalah kebiasaan yang baik.”

Saat ini aktivis tengah memanggil sang pengantin pria, sementara keluarganya ditangkap dan akan segera diadili di pengadilan. Mereka berharap penangkapan ini dapat menghentikan praktik pernikahan gadis yang masih sangat muda dengan pria yang sudah dewasa di wilayah miskin.

Baca Juga :  Jam tangan Atut Rp 295 juta, keren abis !

Praktik menikah dengan gadis yang masih sangat muda banyak dilakukan di Yaman dan telah menarik perhatian kelompok hak asasi internasional. Kelompok-kelompok itu berusaha menekan pemerintah untuk melarang pernikahan anak.

Kemiskinan yang mencengkeram Yaman dipercaya ‘melanggengkan’ praktik pernikahan anak. Karena keluarga miskin yang memiliki anak gadis sangat membutuhkan uang. Mereka tidak bisa menolak ratusan dollar yang ditawarkan untuk ditukar dengan anak perempuannya.

Selain itu, kebiasaan suku juga berperan, termasuk kepercayaan bahwa pengantin muda dapat dibentuk menjadi seorang istri yang patuh, melahirkan banyak anak, serta jauh dari berbagai macam godaan.

Lebih dari seperempat perempuan di Yaman menikah sebelum usia mereka 15 tahun. Demikian menurut laporan Kementerian Sosial setempat pada tahun 2010.

Masalah seperti ini menjadi perhatian karena kerap membuat anak-anak perempuan menghadapi kematian lebih cepat. Kasus serupa dengan Rawan antara lain terjadi pada September 2010, di mana seorang anak perempuan 12 tahun yang menikah dini meninggal dalam proses melahirkan.

Pemerintah Yaman pernah mengatur bahwa usia 15 tahun adalah usia minimum untuk menikah. Tapi parlemen membatalkan aturan tersebut pada tahun 1990-an. Parlemen berargumen orang tua yang bersangkutanlah yang harus memutuskan kapan seorang anak perempuan boleh menikah. (sumber: detik.com)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button