Home / Sport / Gubernur NTT Diminta Selesaikan Kisruh Pilkada SBD

Gubernur NTT Diminta Selesaikan Kisruh Pilkada SBD

Bagikan Halaman ini

Share Button

sbd

 

 

moral-politik.com. Sebanyak 10 tokoh masyarakat asal Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD),Nusa  Tenggara Timur (NTT), Kamis (19/9) meminta Gubernur Frans Lebu Raya untuk menyelesaikan kisruh pelaksanaan Pemilukada di daerah itu,pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), 29 Agustus 2013 lalu.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Wakil Gubernur NTT, Benny A.Litelnoni, tokoh masyarakat  Sumba Barat Daya (SBD) Daud Lede Umbu Moto mengatakan, kedatangan mereka untuk memohon agar gubernur ikut berjuang bersama rakyat setempat yang hak suaranya pada pelaksanaan Pilkada 5 Agustus 2013 dirampok oleh penyelenggara.

“Kami tetap berharap kebenaran dan keadilan benar-benar ditegakkan di SBD. Kami juga dengan tegas menolak kuputusan MK dan KPU yang bertindak tidak proposional dengan memenangkan pasangan tertentu, yang jelas-jelas sudah kalah berdasarkan hasil pleno di tingkat desa/kelurahan dan PPK,” katanya.

Dia juga meminta, pasangan yang dimenangkan oleh KPUD setempat jangan dulu dilantik sampai  selesai proses hukum pidana yang saat ini sedang berlangsung. Ini untuk menghindari   pertumpahan darah di tengah masyarakat.

Menurutnya, situasi keamanan di SBD saat ini ibarat api dalam sekam. Ini berbeda dengan  sebelum terjadinya upaya penggelembungan suara untuk calon tertentu oleh KPUD pada rapat
pleno 10 Agustus 2013 lalu, dan puncaknya setelah ada putusan MK yang menolak gugutan pasangan Kodimete-Umbu Moto.

“Mahkamah Konstitusi (MK) diminta untuk mencari terobosan hukum baru untuk menyelamatkan  demokrasi di SBD. Kami tahu permintan ini tidak mudah,” ujarnya.

Dia menambahkan, MK bisa melakukan sebuah terobosan hukum baru berdasarkan temuan persidangan  pidana pelanggaran pilkada tanggal 13 September 2013, dimana total suara Kornelis-Daud 79.498, sementara Markus – Dara hanya 67.831 suara, berbeda dengan hasil pleno KPUD SBD 10 Agustus  2013 yang menetapkan Markus – Dara 81.543 suara, Kornelis – Daud 79.498 dan Jacob-John meraih  10.179 suara.

Baca Juga :  Maruarar Sirait: PDIP Segera Petik Kemenagan Ganjar-Heru

Dia menuturkan, satu-satunya jalan untuk menguji kebenaran suara dalam 149 kotak suara, yakni  hanya melalui persidangan di MK, yakni dengan membuka kembali persidangan guna meninjau  kembali putusan MK tersebut melalui kewenangan MK berdasarkan pasal 86 Undang-undang No. 24  Tahun 2003 Tentang MK.

“Kami dengan rendsh hati juga memohon kepada Gubernur NTT untuk menunda proses pengajuan  calon bupati dan wakil bupati terpilih kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), sebelum  proses pidananya diselesaikan dan mendudukkan persoalan Pilkada SBD pada proporsi yang  sebenarnya,” ujarnya.***(AVI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button