Home / Populer / Hanya Allah yang Bisa Mencabut Nyawa Manusia

Hanya Allah yang Bisa Mencabut Nyawa Manusia

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

moral-politik.com. Kota Kupang – Berbagai dukungan datang dari kalangan masyarakat di dunia terkait kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh Wilfrida Soik, salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih tergolong di bawah umur itu, yang dihukum mati oleh pemerintah Malaysia pada 30 September 2013 mendatang.

Rm. Dedy Ladjar, salah satu pemuka agama Katholik kepada moral-politik.com, Selasa (24/9/2013) mengatakan, negara Malaysia bukanlah Allah yang mampu mencabut nyawa manusia. Yang bisa mencabut nyawa manusia adalah Allah, karena Allah yang memberikan kehidupan itu kepada masnusia.

Menurut Rm. Dedy, seberat apapun kesalahan manusia yang dilakukannya, tidak sepantasnya mendapatkan hukuman      seberat itu, yakni hukuman mati. Apalagi hukuman itu bukanlah datang dari sang pencipta namun dari manusia yang juga nota bene adalah orang berdosa.

“Malaysia bukanlah negara Allah yang dengan seenaknya menentukan hukuman mati terhadap seorang manusia. Manusia tidak punya kewenangan untuk itu. Yang memiliki hak adalah Allah, karena Allah yang memberi dan Allah yang punya hak untuk mengambilnya!“ tegasnya.

Dia mengatakan, banyak cara yang bisa dilakukan manusia untuk menghukum seseorang yang telah bersalah. Namun hukuman itu bukanlah seperti yang didapat Wilfrida Soik yakni hukuman mati. Hukuman itu sangat tidak bermartabat dan bertentangan dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Hukuman itu sangat tidak dibenarkan.

Menurutnya, sebagai seorang warga yang berdomisili di mana saja, seharusnya mendapatkan perlindungan tanpa memandang dari mana warga itu berasal. Negara manapun juga bertanggung jawab atas hidup seseorang dimana pun dia berada, tak memandang perbedaan yang ada.

Terhadap pemerintah, Rm. Dedy meminta agar dapat melakukan segala cara untuk menyelamtkan Wilfrida yang bakal divonis hukuman mati pada tanggal 30 September 2013 mendatang, karena diduga telah membunuh majikan wanitanya menggunakan pisau.

Baca Juga :  JS Setuju Pembatasan Jam Operasi Mobil "Pick Up"

Rm. Dedy merasa bahwa pemerintah memiliki banyak cara untuk menyelamatkan Wilfrida sesuai dengan regulasi yang ada. Untuk menyelamtkan Wilfrida, pemerintah harus berusaha keras, namun kini keselamatan Wilfrida bergantung pada tangan pemerintah Indonesia. Apakah pemerintah Indonesia mampu melakukannya atau tidak?

Ditegaskannya, jangan hanya atas nama pemerintah untuk melindungi rakyatnya namun usaha tidak pernah dilakukan. Pemerintah sudah punya kewajiban untuk melidungi rakyatnya, bukan saja di dalam negeri namun juga di luar negeri.

“Jangan hanya atas nama pemerintah namun tidak melakukan apapun yang berguna,” pungkasnya. (richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button