Home / Sport / Harga BBM di Rote Capai Rp.12.000 Per Liter

Harga BBM di Rote Capai Rp.12.000 Per Liter

Bagikan Halaman ini

Share Button

11

foto: ilustrasi

 

 

moral-politik.com. Cuaca buruk yang melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao selama sepekan ini menyebabkan harga eceran Bahan Bakar Minyak di Kabupaten Rote Ndao melejit. Harga eceran bensin yang dijajakan pengecer dari sebelumnya Rp.8.000 per liter menjadi Rp12 ribu per liternya.

Terhadap persoalan itu, Kapala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Rote Ndao, Mikris Nalle yang dikonfirmasi wartawan di Kantor Bupati Rote Ndao, Jumat (6/9) mengatakan pihaknya telah mengeluarkan surat teguran ke pengecer akan menjual BBM sesuai standar harga yang dikeluarkan Pemkab Rote Ndao melalui SK Bupati.

“Kami sudah mengeluarkan surat teguran ke APMS dan kami sudah minta APMS untuk menjual dengan harga  standar yang ada dalam SK,” kata Mikris.

Menurut Mikris, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya, pihak APMS telah menetapkan harga eceran ke penyalur sebesar Rp.6.500 per liter dan harga eceran di Kota Ba’a sebesar Rp.7.500 per liter dan di luar kota sebesar Rp.8.000 per liter.

“Berdasar surat-surat teguran yang sudah dikeluarkan itu maka dalam dua minggu ini kami akan evaluasi lagi. Kalau ternyata belum ada perubahan maka kami akan lakukan operasi,” tandasnya, seraya menambahkan, ”kami masih berkoordinasi dengan instansi terkait untuk dilakukan operasi lanjutan”.

Ditambahkannya, pihaknya tak serta merta langsung menanggapi seluruh keluhan masyarakat tetapi dilakukan berdasarkan mekanisme yang berlaku.

“Yang pertama kita keluarkan surat teguran dan setelah itu kita rapat lagi untuk selanjutnya melakukan operasi. Saat dilaksanakan operasi, sesuai surat yang sudah kami keluarkan dimana APMS mengawasi penyalur, kemudian penyalur mengawasi pengecer apakah harga jual sesuai standar harga yang ditetapkan dalam SK.Bupati ataukah tidak,” terangnya.

Selain itu lanjut Mikris, persoalan kelangkaan BBM yang kerap melanda wilayah Kabupaten Rote Ndao berawal dari pihak APMS.

Baca Juga :  Musim tanam, warga petani Naioni minta perhatian Pemkot

“Sumber persoalan itu sebenarnya berawal dari APMS. Kalau APMS jual sesuai dengan apa yang sudah ditetapakan maka tentu tidak ada persoalan,” ujarnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button