Home / Populer / Heri Budianto: Rotasi Kader Demokrat Bentuk Teguran Politik

Heri Budianto: Rotasi Kader Demokrat Bentuk Teguran Politik

Bagikan Halaman ini

Share Button

cv

 

moral-politik.com. Jakarta. Pakar Komunikasi Politik Indonesia, Dr. Heri Budianto menilai, rotasi yang dilakukan Partai Demokrat terhadap kadernya yang ikut dalam deklarasi Ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) beberapa waktu lalu, merupakan bentuk tanggung jawab partai terhadap kadernya.

Rotasi beberapa kader Partai Demokrat baik di tingkat Fraksi maupun di Komisi di DPR RI yang ikut dalam deklarasai ormas Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI), bentukan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum beberapa waktu lalu, mendapat beragam tanggapan dari sejumlah pakar.

Pakar Komunikasi Politik Indonesia Heri Budianto menilai, Partai Demokrat dibawah pimpinan Susilo Bambang Yodhoyono layak melakukan rotasi sebagai bentuk teguran politik dan memberikan efek jera kepada kader-kadernya, yang melakukan tindakan tidak etis di mata partai, mengingat selama ini beberapa kader yang ikut dalam deklarasi ormas PPI kerap berseberangan dengan partai.

“Apa yang dilakukan Partai Demokrat terhadap  kader-kadernya yang turut hadir dalam pelaksanaan deklarasi ormas PPI, bentukan Anas Urbaningrum, menurut saya hal yang wajar dan tentu dipandang baik bagi demokrat”, tandas Budianto, Jumat (20/9/2013).

Direktur Pusat Studi Komunikasi dan Bisnis Indonesia itu juga mengatakan, rotasi itu dapat juga disimpulkan sebagai bentuk pesan dan teguran politik bagi kader-kadernya yang terlibat dalam ormas PPI, mengingat pendiri PPI merupakan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, yang akhir-akhir ini terus membuka lembaran-lembaran barunya.

“Saya rasa perlu ada semacam kode etik terkait dengan perilaku-perilaku politik para kader Partai Demokrat, bukan hanya boleh dan tidaknya terlibat dalam ormas, akan tetapi lebih pada tindakan antisipasi terhadap hal-hal yang seperti ini, sehingga tidak membingungkan partai”, ungkap doktor lulusan UGM ini, saat ditemui moral-politik.com di kantornya, di Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Seperti diketahui, Fraksi Partai Demokrat, Rabu (18/9/2013) secara resmi mengganti Sekretaris Partai Demokrat Saan Mustofa, dan juga Ketua Komisi III DPR, I Gede Pasek Suardika. Saan dan Pasek sendiri merupakan loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. (MRL)

 

Baca Juga :  Dukung Jokowi, kesadaran aktivis 98 jatuh ke titik terendah

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button